JELANG PERKULIAHAN SEMESTER GENAP 2019/2020 FAKULTAS PERTANIAN GELAR RAPAT KOORDINASI

Magelang – Selasa (28/1) Pimpinan  dan staf baik dosen maupun tenaga kependidikan melakukan rapat koordinasi persiapan perkuliahan dan praktikum semester genap 2019/2020. Dalam rapat yang dipimpin oleh Dr. Agus Suprapto, S.P., M.P. Ketua Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian tersebut membahas sejumlah hal yang berkaitan dengan persiapan perkuliahan serta praktikum di lingkungan Fakultas Pertanian. Selain itu, informasi berkaitan dengan penelitian, pengabdian juga disinggung dalam rapat ini.

Dalam sambutannya Dekan Fakultas Pertanian Ir. Usman Siswanto, M.Sc., Ph.D. menyatakan bahwa Fakultas Pertanian saat ini perlu merespon dinamika perubahan yang terjadi, termasuk pencanangan tentang merdeka belajar dan kampus merdeka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Disebutkan bahwa saat ini Fakultas Pertanian ditugasi untuk mengelola 2 kebun percobaan yaitu yaitu kebun KP3 Bandongan Kabupaten Magelang dan Kebun Etalase Tanaman Obat Sidotopo yang berada di Kota Magelang. Meskipun masih dalam skala terbatas KP3 Bandongan telah mengakomodasi kegiatan riset yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. Sementara itu, Etalase Kebun Tanaman Obat telah dimanfaatkan untuk kegiatan praktikum mahasiswa maupun penelitian dosen terutama yang terkait dengan identifikasi, morfologi dan tanaman obat.

Selain itu, tahun 2020 ini Fakultas Pertanian merencanakan untuk menyelenggarakan program pertukaran mahasiswa dengan universitas di wilayah Asia Tenggara. Hal ini merupakan upaya untuk melebarkan spektrum Fakultas Pertanian Universitas Tidar di tingkat Internasional. Tahun ini terdapat 23 riset dosen Fakultas Pertanian yang didanai oleh DIPA UNTIDAR maupun Kemenristekdikti-BRIN.

Gambar : Rapat koordinasi persiapan perkuliahan dan praktikum di lingkungan Fakultas Pertanian

Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh seluruh Koordinator Program Studi di Lingkungan Fakultas Pertanian. Masing – masing koordinator program studi memaparkan kesiapannya dalam pelaksanaan perkuliahan dan praktikum semester genap 2019/2020. Seperti yang telah terjadwal dalam Kalender Akademik Universitas Tidar KRS akan dilaksanakan pada tanggal 3 – 8 Februari 2020, sementara pelaksanaan wisuda periode april 2020 akan dilaksanakan pada tanggal 18 April 2020. Sementara itu, tahun ini mahasiswa Fakultas Pertanian akan kembali melaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada bulan Juli – Agustus 2020. Program KKN bagi mahasiswa kembali diadakan setelah terakhir dilaksanakan pada tahun 2014 silam. Program KKN tersebut akan di kelola oleh LPPM-PMP Universitas Tidar. Informasi lebih lanjut berkaitan dengan kegiatan KKN akan diumumkan secara resmi melalui website untidar.ac.id (Ahm, 2020).

 

PENGUMUMAN JADWAL PEMBAYARAN UKT SEMESTER GENAP T.A. 2019/2020

Informasi Pembayaran UKT klik disini

 

 

 

Sumber : https://untidar.ac.id/pengumuman-jadwal-pembayaran-ukt-semester-genap-t-a-2019-2020/

Mahasiswa Peternakan Asah Keterampilan dan Pengetahuan Lewat Program PKL

Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah salah satu program untuk meningkatkan kemampuan soft skill maupun kapasitas untuk mengasah ketrampilan dalam bidang keilmuan yang di pelajari dalam Program Studi. Awal tahun 2020 adalah periode untuk mahasiswa Program Studi Peternakan Fakultas pertanian melaksanakan PKL. Kegiatan ini menjadi awal sejarah dari mahasiswa peternakan yang melaksanakan PKL. Sebelum melakukan PKL ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh program studi diantaranya sosialisasi mengenai pelaksanaan PKL, bimbingan proposal serta pembekalan mahasiswa oleh Dosen Prodi Peternakan Fakultas Pertanian. Ada beberapa industri peternakan yang diminati oleh mahasiswa peternakan diantaranya industri Sapi perah, sapi potong, ayam pedaging (broiler), ayam petelur (layer), domba, kambing dan industri pengolahan hasil peternakan. Pelaksanaan PKL ini dibagi menjadi beberapa mahasiswa sesuai dengan peminatannya, setiap tim PKL tidak ditentukan berapa jumlah anggotanya akan tetapi dalam melaksanakan PKL setiap mahasiswa wajib membuat satu proposal dengan judul kegiatan yang berbeda. Setiap tim dibimbing oleh satu dosen pembimbing internal dan satu pembimbing eksternal.

Gambar 1 : Pemerahan sapi menggunakan Milking Machine Portable di Farm Tegalsari

Salah satu tim PKL telah memulai aktifitasnya pada tanggal 13 Januari 2020 adalah tim Aqil Adyatama, Anggi Majid, Alifaturrusdyah dan Wahyu Widiyasti. Tim ini melakukan PKL di  BBPTU-HPT (Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak) Purwokerto. Industri tersebut merupakan unit pelaksana teknis dari Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian. BBPTU-HPT tersebut merupakan pusat pembibitan, pemeliharaan, produksi dan pemasaran bibit unggul sapi perah dan kambing perah serta hijauan pakan ternak dengan luas lahan sekitar 241,06 Ha yang terbagi dalam tiga lokasi yaitu farm sapi perah dan kambing perah (PE dan Saanen) Limpakuwus seluas 96,79 Ha, Farm Sapi perah Tegal sari seluas 34,18 Ha dan Rearing Unit Manggala seluas 100 Ha. Dipilihnya tepat tersebut sebagai tempat pelaksanaan praktik karena tepat tersebut merupakan industri sapi perah yang sudah mapan.  Selain itu, BBPTU-HPT telah menerapkan manajemen pemeliharaan ternak secara tersistem dari hulu hingga ke hilir. Pada pemeliharaan sapi perah telah diterapkan manajemen perkandangan sistem kandang free stall head to head serta terdapat ladang penggembalaan yang luas sebagai lahan exercise sapi perah dewasa. Selain itu juga terdapat lahan pastura yaitu lahan yang ditanami hijauan pakan ternak jenis rerumputan dan leguminosa. Jenis rumput yang ditanam diantaranya rumput Gajah, rumput raja, rumput setaria, rumput odot dll. Kemudian untuk leguminosa yang ditanam di BBPTU-HPT adalah jenis kaliandra dan indigofera.

Gambar 2 : Lahan Gembala Rearing Manggala Farm

Kegiatan yang dilakukan saat PKL sangat menarik dan banyak ilmu yang didapat oleh mahasiswa diantaranya 1. Pembelajaran manajemen pemeliharaan, 2. Pemberian pakan sapi perah PFH sesuai dengan SOP kebutuhan supaya sapi dapat berproduksi secara maksimal dan memiliki kualitas yang baik. 3. Pemerahan menggunakan milking machine. 4. PKB (pengecekan kebuntingan) dengan cara palpasi. 5. Pembuatan produk hasil ternak berupa susu pasteurisasi.

Gambar 3 : Pengecekan Kebuntingan Sapi dengan metode palpasi

Melalui kegiatan yang dilaksanakan tersebut diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan serta melatih keterampilan dalam bidang keilmuan peternakan. (Aq/Ahm, 2020)

Kebun Pendidikan dan Pengembangan Pertanian (KP3) Bandongan Sebagai Tempat Penelitian Mahasiswa dan Dosen

Saat ini Fakultas Pertanian memiliki beberapa kebun percobaan di wilayah Kota dan Kabupaten Magelang. Kebun percobaan tersebut salah satunya adalah Kebun Pendidikan dan Pengembangan Pertanian (KP3) Bandongan. Kebun seluas 5.8 hektar ini merupakan kebun percobaan milik Fakultas Pertanian Universitas Tidar yang terletak di Dusun Drojogan, Desa Sidorejo, Kecamatan Bandongan Magelang. Saat ini, Kebun KP3 Bandongan digunakan untuk area pendidikan mahasiswa program studi S1 Agroteknologi, S1 Peternakan dan S1 Akuakultur.

Gambar 1 : Tanaman induk buah buahan di Kebun KP3 Bandongan

Lahan tersebut antara lain untuk praktikum budidaya tanaman, perbanyakan vegetatif, percobaan pemupukan, penanaman dengan pengaruh lingkungan dan praktikum tanaman pakan ternak. Kebun KP3 Bandongan juga digunakan untuk riset dan penelitian bagi mahasiswa maupun dosen. Selain itu, kebun KP3 Bandongan juga digunakan sebagai area penamanan pohon induk buah – buahan. Pohon induk tersebut selanjutnya digunakan untuk perbanyakan tanaman secara vegetatif diantaranya sambung pucuk, sambung mata tunas, okulasi maupun stek.

Gambar 2 : Tanaman Kacang tanah di lahan kebun KP3 Bandongan

Kebun KP3 Bandongan saat ini juga ditanami dengan berbagai tanaman, diantaranya pohon jati, tanaman kacang tanah dan singkong. Alasan utama budidaya singkong karena tanaman ini merupakan salah satu komoditas lokal yang dapat dijadikan kearifan lokal Kabupaten Magelang. Seperti yang telah diketahui bersama singkong merupakan bahan baku pembuatan getuk ysmg merupakan salah satu  makanan khas magelang. Kedepan Fakultas Pertanian akan terus mengembangkan Kebun KP3 Bandongan untuk pendidikan, riset dosen dan mahasiswa serta produksi pertanian, hal itu tentunya untuk mendukung kemajuan pertanian khususnya di Kota dan Kabupaten Magelang. (Ahm, 2020)

Fakultas Pertanian Perkuat Kerjasama di Bidang Pertanian, Perikanan Dan Peternakan

Magelang, 15/1 Fakultas Pertanian baru baru ini melakukan kunjungan ke berbagai Kantor Dinas untuk melakukan kerjasama. Kantor dinas tersebut diantaranya, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Magelang dan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pertemuan yang dilakukan oleh pimpinan fakultas serta gugus kerjasama Fakultas Pertanian dengan berbagai instansi ini menghasilkan beberapa kesepakatan kerjasama yang dapat menguntungkan kedua belah pihak serta masyarakat dibidang pertanian, peternakan maupun perikanan. Kesepakatan kerjasama tersebut diantaranya untuk PKL mahasiswa Fakultas Pertanian, Pendampingan dan pembinaan petani milenial di Kabupaten Magelang, Pengawasan hewan qurban, tebar benih ikan dan lain sebagainya.

Gambar 1. Kunjungan pimpinan serta ketua Gugus Kerjasama Fakultas Pertanian di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang

Gambar 2 : Kunjungan pimpinan serta ketua Gugus Kerjasama Fakultas Pertanian di Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Semoga dengan kerjasama tersebut dapat membawa kemajuan bagi Fakultas Pertanian serta kemajuan di bidang Pertanian, Peternakan dan Peternakan Kota dan Kabupaten Magelang. (Ahm, Januari 2020)

 

Gala Festival Produk Kewirausahaan Fakultas Pertanian 2019

Magelang – Rabu (18/19) Gala Festival Produk Kewirausahaan Fakultas Pertanian kembali digelar oleh mahasiswa Fakultas Pertanian. Setelah beberapa minggu lalu dimulai oleh mahasiswa Program Studi Agroteknologi, kali ini Gala Festival Kewirausahaan dilanjutkan oleh mahasiswa Program Studi Peternakan. 

Foto 1. Salah satu stand dalam gala festival produk kewirausahaan Fakultas Pertanian

Foto 2. Pameran poster mahasiswa

Dalam sambutannya Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tidar Ir. Usman Siswanto, M.Sc., Ph.D menyatakan bahwa Fakultas Pertanian menyambut baik kegiatan Gala Festival Kewirausahaan ini. Saat ini, Kata “Kewirausahaan” hampir kita dengar setiap hari, namun data menunjukkan bahwa pelaku kewirausahaan di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan dengan profesi lain. Selain itu, dengan Gala Festival Kewirausahaan 2019 ini juga dapat mendukung Visi Universitas Tidar yaitu Universitas Berbasis Riset dalam Mengembangkan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Seni dan Kewirausahaan.

Foto 3. Pembukaan sekaligus sambutan oleh Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Usman Siswanto, M.Sc., Ph. D.

Dalam kesempatan yang sama Dosen Kewirausahaan Prodi Peternakan Widitya Tri Nugraha, S.Pt., M.Sc. sangat mengapresiasi Gala Festival ini karena dengan persiapan yg relatif singkat tetapi dapat dimaksimalkan oleh panitia. Beliau juga berpesan kepada seluruh peserta untuk dapat berperan maksimal untuk dapat menampilkan produk produk terbaiknya. (Ahm, 2019)

Mahasiswa Akuakultur Hadiri Rakornas HIMAPIKANI dan Audiensi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

Jakarta – Mahasiswa Akuakultur Untidar menghadiri Acara Seminar Nasional dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang dilaksanakan pada 25 – 29 November 2019 di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta. Pada hari pertama delegasi akuakultur Untidar sampai di Jakarta dan langsung mengikuti Seminar Nasional. Seminar ini menghadirkan 3 narasumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, termasuk Menteri Kelautan dan Perikanan, namun beliau berhalangan hadir dan diwakilkan salah satu staffnya. Dalam Seminar Nasional tersebut membahas tentang isu isu penting bidang perikanan di Indonesia yang wajib dikembangkan berdasarkan kewirausahaan.

Pada hari berikutnya acara dilanjut dengan acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas). Rakornas dilaksanakan selama 4 hari. Tema besar dalam Rakornas tahun ini adalah membahas tentang rencana kerja Himapikani dan evaluasi program kerja  yang telah dilakukan.

Pada 29 November 2019, acara dilanjutkan dengan  Audiensi dengan Menteri Kelautan dan Ilmu Perikanan, Edhy Prabowo, M.M., M.B.A., bersama dengan Direktur Jendral Perikanan Budidaya, Dr. Ir.. Slamet Soebjakto, M.Si, dan Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Ir. R. Sjarief Widjaja, Ph.D, FRINA. Audiensi tersebut dilaksanakan di Gedung Mina Bahari (GMB) IV di Kementrian Kelautan Perikanan, Jakarta Pusat. Acara berlangsung sekitar 2 jam, dalam audiensi tersebut, Menteri Edhy Prabowo menyampaikan bahwa pentingnya mahasiswa perikanan saat ini untuk mengedepankan kewirausahaan serta dapat membangun perikanan di Indonesia. Pak Menteri berpesan “Yakinlah kalian di posisi yang benar, jalan yang benar, di rel yang tepat. Manfaatkan waktu kalian, jaga integritas kalian sebagai mahasiswa perikanan. Jangan sudah capek-capek jadi mahasiswa perikanan, kemudian berubah haluan karena mentok” . Banyak pengusaha yang memulai dari nol dan sekarang omzetnya sudah miliaran. Bahkan ada yang awalnya hanya menerima bantuan kapal kecil dari KKP. Tinggal sekarang apakah kalian harus tertantang. Percayalah, kerja keras biasanya awalan saja, begitu sudah matang, sudah jalan industri kalian, jalannya akan lebih mudah, jadi mulailah dari sekarang, tambah Menteri Edhy.

Mahasiswa Akuakultur berfoto bersama dengan Edhy Prabowo, M.M., M.B.A Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

Mahasiswa yang tergabung dalam Himapikani berasal dari mahasiswa perikanan se-Indonesia dengan bermacam-macam pengetahuan serta pengalaman tentang perikanan di daerah masing-masing. Oleh karena itu, Menteri KKP mengapresiasi adanya kegiatan Rakornas Himapikani dan acara audiensi ini karena mahasiswa dapat bertemu langsung dengan menteri dan memberikan pertanyaan-pertanyaan maupun memberikan masukan tentang kondisi perikanan di daerah masing-masing. Acara tersebut berlangsung lancar dan diakhiri dengan foto bersama. (Himakua/Ahm, 2019)

Fakultas Pertanian Hadirkan Alumni Guna Merespon Pertanian Era Revolusi industri 4.0”

Selasa 26 November 2019 Fakultas Pertanian selenggarakan kegiatan Temu Alumni dengan tema “Merespon pertanian era revolusi industri 4.0”. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 80 peserta mahasiswa Program Studi Agroteknologi. Adapun narasumber kegiatan adalah alumni Program Studi Agroteknologi, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang serta ketua Ikatan Alumni Mahasiswa Fakultas Pertanian. Kegiatan dengan topik “Merespon pertanian era revolusi industri 4.0” sepenuhnya didukung dan dibiayai oleh alumni memiliki tujuan agar mahasiswa yang saat ini dihadapkan dengan tantangan perubahan jaman dapat lebih siap ketika telah lulus kuliah.

Ir. Meiyani salah satu alumni yang lulus tahun 1983 menuturkan bahwa realita peluang bisnis di era digital terjadi sangat cepat yang dikenal dengan era VUCA yaitu Volatile (Mudah menguap), Uncertainty (Tidak Menentu), Complexity (Kompleks), Ambiguity (Banyak kemungkinan). Mahasiswa Fakultas Pertanian diharapkan mampu membuat terobosan dan inovasi dengan memanfaatkan teknologi. Indonesia sebagai negara agraris dengan berhektar-hektar lahan dataran tinggi hingga rendah yang bisa digunakan sebagai lahan pertanian. Pandangan beberapa orang bahwa petani kerap diidentikan dengan orang pedesaan harus diubah, solusinya dengan menemukan hasil pertanian baik dan mengiurkan secara finansial. Indonesia sebagai negara agraris dengan berhektar-hektar lahan dataran tinggi hingga rendah yang bisa digunakan sebagai lahan pertanian.

Kepala Pertanian dan Pangan Kota Magelang Eri Widyo Saptoko mengatakan terobosan pertanian dan pangan adalah pengembangan urban farming, pertanian organik, kampung anggrek, menyelenggarakan even nasional, pendampingan kelembagaan, supporting saprodi dan alsintan, memperkuat fasilitas UPT serta memperkuat kebun bibit Senopati. Sinergitas menjadi hal yang sangat penting untuk menunjang program tersebut, Universitas Tidar melalui Fakultas Pertanian diharapkan dapat mencetuskan inovasi dan pengembangan di bidan pertanian.

Dalam kegiatan ini mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab dengan nasarumber mengenai tips sukses dibidang pertanian. Antusias mahasiswa dalam kegiatan ini sangat tinggi terlihat dari tempat yang disediakan tidak mencukupi. Banyak mahasiswa menginginkan kegiatan seperti ini dikemudian hari diselenggarakan kembali, karena cerita kesuksesan alumni dibidang pertanian sangat menginspirasi untuk bekal dikemudian hari. (Gie. Nov 2019)

IKATAN ALUMNI FAKULTAS PERTANIAN RESMI BERDIRI

Sabtu, 23 November 2019 Fakultas Pertanian menggelar pertemuan Alumni Angkatan 1979 – 2019 di Rumah Makan Kebun Semilir Kota Magelang. Berbeda dengan Forum Alumni sebelumnya, forum alumni tahun ini menargetkan dapat membentuk serta meresmikan pengurus Ikatan Alumni Fakultas Pertanian.  Acara yang dihadiri oleh seluruh pimpinan di lingkungan Fakultas Pertanian ini tergolong sukses digelar. Alumni yang hadir dalam forum ini tidak hanya berasal dari Jawa Tengah, namun peserta juga berasal dari Bekasi, Surabaya hingga Makassar.

 

Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Usman Siswanto, M.Sc., Ph. D. meresmikan dan melantik Pengurus Pusat Ikatan Alumni Fakultas Pertanian

Dalam Forum Alumni ini telah dipilih secara aklamasi saudara Budi Mudoyo, S.P. Alumni angkatan 1987 menjadi Ketua Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Tidar.  Untuk melaksanakan tugas dan program kerjanya beliau didampingi Oleh Ir. Agus Jaka Prastya Alumni 1989 sebagai sekretaris dan Ir. Budi Herwanto sebagai Bendahara.  Pengurus pusat Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Untidar juga dibantu oleh koordinator2 daerah yang akan ditetapkan kemudian.  Ir. Hadi Rianto, M.Sc. Dosen sekaligus ketua penyelenggara Forum ini mengatakan setelah pembentukan ini, para pengurus akan mendapatkan SK dari Dekan Fakultas Pertanian sebagai dasar hukum organisasi ini.  Dalam acara ini juga diperkenalkan Tracer Studi untuk melacak keberadaan atau sebaran alumni Fakultas Pertanian. Adapun tracer studi dapat diisi oleh seluruh alumni secara online di Website siluni.untidar.ac.id dan faperta.untidar.ac.id

Selamat dan Sukses untuk Pengurus Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Terpilih, semoga dapat membawa ikatan Alumni Fakultas Pertanian kearah yang lebih baik. (Ahm, 2019)

Himagro Untidar Sukses Menggelar Agroschooling 2019

Magelang – HIMAGRO UNTIDAR baru baru ini sukses menyelenggarakan Agroschooling, tahun ini Himagro mengusung tema “Sinau Bareng Tani” yang diselenggarakan pada 04-06 November 2019 di Dusun Dukuh Desa Sumberejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Adapun Rangkaian acara Agroschooling kali ini adalah  Belajar Dunia Pertanian Bersama Petani Secara Langsung untuk Mahasiswa. Acara ini dipandu oleh Khabibatuzzakiyah dan Nurul Diah Rahmawati keduanya merupakan mahasiswa semester 3 dan 5  program studi Agroteknologi. Pembukaan acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pelaksana Agroschooling 2019 Ganesha Ucha Faradhita mahasiswa semester 3 program studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, dilanjut dengan sambutan dari ketua HIMAGRO UNTIDAR kabinet Helianthus annuus Widianto Wahyu Nugroho  dan terakhir sambutan dari Bapak Siyono selaku ketua kelompok tani di Dusun Dukuh Desa Sumberejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang.

Pada hari kedua, peserta mengikuti kegiatan petani yang ditempatinya dari kegiatan sehari-hari sampai kegiatan yang berhubungan dengan pertanian. Sebagian besar peserta ke lahan untuk ikut mengolah tanah, mencabut sisa-sisa pertanian dan panen. Selanjunya pada sore hari dan malamnya, peserta dipersilahkan untuk memaparkan apa saja yang dilakukannya sejak pagi serta memberikan kesan dan pesannya mengenai Agroschooling kali ini, acara ini dipandu oleh Owen Distyan Pusponegoro dan Fahni Mulya mahasiswa semester 3 program studi Agroteknologi. Kegiatan terakhir ada game yang dipandu oleh Rosita Sabila mahasiswa semester 3 program studi Agroteknologi. Setelah itu, para peserta kembali kerumah petani untuk istirahat dan menyiapkan dirinya untuk acara esok hari.

Gambar 1. Praktik sambung pucuk tanaman kentang

Pada Minggu pagi para peserta dan panitia melakukan senam pagi, seminar dengan tema Pertanian Organik yang disampaikan oleh Bapak Eka Manunggal dari Mutiara Organik. Materi yang disampaikan berupa budidaya tanaman secara organik dimulai dari pengolahan tanah, penyemaian, penanaman, pengairan, perawatan dan pasca panen. Pascapanen yang dilakukan berupa pencucian, penyortiran, pengemasan, pemasaran, dan masalah pembayaran. Acara berikutnya adalah penyampaian materi dan pelatihan sambung pucuk oleh Bapak Siyono dari Ngesti Subur. Bapak Siyono menjelaskan alasan dari dilakukannya sambung pucuk untuk tanaman kentang di Ngablak ini karena tanaman kentang membutuhkan biaya yang sangat banyak untuk budidayanya, memiliki resiko kegagalan yang besar juga dalam bibit, cuaca, dan rawan terhadap penyakit, dan membutuhkan pestisida dalam jumlah yang banyak. Sehingga membutuhkan modal yang besar untuk itu semua, maka dari itu munculah inovasi sambung pucuk untuk tanaman kentang untuk meminimalisir segala kerugian dan mendapatkan keuntungan. Setelah semua rangkaian acara terselesaikan, acara ditutup dan diakhiri dengan foto bersama. (Himagro/Ahm, 2019)