(REVISI 1) PEDOMAN PENULISAN SERTA PELAKSANAAN PKL DAN SKRIPSI FAKULTAS PERTANIAN

Kepada :
Yth. Civitas Akademika Fakultas Pertanian

Dengan hormat,
Dengan ini kami umumkan bahwa Pedoman PKL dan Skripsi Fakultas Pertanian tahun 2020 (REVISI 1)  telah diterbitkan. Kepada seluruh civitas Fakultas Pertanian dimohon untuk dapat menggunakan Pedoman PKL dan Skripsi terbaru ini.

Demikian pengumuman ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami mengucapkan terima kasih.

Hormat kami,
ttd
(Wakil Dekan Bidang 1 Fakultas Pertanian)

 

Unduh Pedoman Penulisan serta Pelaksanaan PKL dan Skripsi Fakultas Pertanian pada link di bawah ini :

(REVISI 1) PEDOMAN PKL 2020 UNDUH DISINI

 

(REVISI 1) PEDOMAN SKRIPSI 2020 UNDUH DISINI

 

                                                                                                                           dipost tanggal 25 Februari 2020 (Ahm)

                                                                                                                           diperbarui tanggal 27 April 2020 (Ahm)

                                                                                                                           direvisi tanggal 3 September 2020 (Ahm)

GUBERNUR JAWA TENGAH APRESIASI AKUAPETPONIK FP1 SEBAGAI UPAYA PENDUKUNG PROGRAM KETAHANAN PANGAN NASIONAL

Borobudur – Fakultas Pertanian bersama Bank BPD Jateng telah menyelesaikan Kerjasama guna mendukung ketahanan pangan nasional. Kerjasama tersebut berupa pembuatan Prototype “AKUAPETPONIK FP1”. Prototype “AKUAPETPONIK FP1” merupakan sebuah alat atau instalasi menyatukan 3 unsur utama yaitu perikanan, peternakan dan pertanian, dalam satu kesatuan yang saling berkaitan. Dalam sistem ini terdapat 3 produk yang mewakili 3 program studi di Fakultas Pertanian Universitas Tidar, yaitu Program Studi S1 Peternakan, Program Studi Akuakultur dan Program Studi S1 Agroteknologi. Kelinci mewakili bidang peternakan, ikan nila dan lele mewakili bidang akuakultur/perikanan dan sayuran mewakili bidang pertanian/agroteknologi.

Gambar 1  : Akuapetponik FP 1 hasil kerjasama Fakultas Pertanian dengan Bank BPD Jawa Tengah

Cara kerja dari sistem ini adalah urin kelinci ditampung dan difermentasi selama 14 hari, kemudian hasil fermentasi urin tersebut dimasukan dalam kolam ikan dan dinaikan keinstalasi hidroponik untuk nutrisi tanaman. Selain itu, kotoran ikan dalam kolam juga berfungsi sebagai penambah nutrisi tanaman sehingga tanaman dapat lebih subur.

Gambar 2 : Tim Akuapetponik FP 1 dari Fakultas Pertanian dan Bank BPD Jawa Tengah didampingi oleh Rektor Universitas Tidar (Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc.) beserta Dekan Fakultas Pertanian (Ir. Usman Siswanto, M.Sc., P.hD.)

Tanaman yang kurang sehat serta sisa-sisa tanaman yang di masak dapat diberikan kepada kelinci sehingga kebutuhan kelinci terpenuhi. Air yang turun dari instalasi hidroponik dapat menambah oksigen bagi ikan di dalam kolam serta berfungsi sebagai filter air secara alami. Dengan prototype model ini, masyarakat mempunyai 1 alat, tetapi dapat menghasilkan 3 manfaat sekaligus. Selain itu dengan tampilan Akuapetponik yang menarik mempunyai nilai seni cukup tinggi sehingga menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang sedang berada di area wisata borobudur.

Video : Kunjungan Gubernur Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo di stand Akupetponik FP 1 dalam sela sela Acara Jelajah Borobudur

Prototype Akuapetponik FP1 terbut baru saja diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Bapak @ganjar_pranowo dalam sela sela acara Jelajah Borobudur. Jalajah Borobudur merupakan sebuah acara yang diinisiasi oleh Bank BPD Jawa Tengah. Kerjasama Fakultas Pertanian dengan Bank BPD Jawa Tengah tersebut diketuai oleh Ir. Murti Astiningrum, M.P. dan dianggotai oleh Eric Armando, S.Pi., M.P. dan Muhammad Triaji, S.Pi., M.Kel. (Dosen Akuakultur), Pradipta Bayuaji Promono, S.Pt., M.Sc. (Dosen S1 Peternakan), Miftahudin Fahmi (Mahasiswa Agroteknologi) sedangkan Prototype Akuapetponik FP1 didesain oleh Hony Kharisma Sejati, S.P. Teknisi Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Tidar. Diharapkan dengan adanya prototype Akuapetponik FP1 tersebut dapat meningkatkan perekonomian dan ketahanan pangan Nasional khususnya untuk warga di daerah Wisata Punthuk Setumbu Borobudur Magelang. (Ahm, 2020)

FAKULTAS PERTANIAN GELAR WEBINAR SERI 1 DENGAN TEMA “BELAJAR MENGHARGAI WARISAN TUMBUHAN LOKAL”  

Magelang – Kamis (30/7) Fakultas Pertanian Universitas Tidar menggelar Webinar seri 1 dengan  menghadirkan narasumber dari beberapa bidang keilmuan, antara lain bidang budidaya, bidang peneliti serta dokter. Narasumber bidang budidaya tanaman yaitu  Ir. Usman Siswanto, M.Sc., Ph.D. beliau berbicara tentang “Eksplorasi, Pemanfaatan, dan Konservasi Tumbuhan Obat Lokal”. Selain itu, narasumber bidang peneliti yaitu Dr. Yulia Widiyastuti, beliau membahas materi berkaitan dengan “Produksi Bahan Baku Jamu Berkualitas dan Berkesinambungan”. Narusumber bidang kedokteran yaitu dr. Ulfatun Nisa beliau membahas terkait “Pemanfaatan Tanaman Obat dalam Penelitian Berbasis Pelayanan di RRJ Hortus Medicus Tawangmangu”.

 

Gambar : Webinar seri 1 Fakultas Pertanian

Warisan tumbuhan lokal di Indonesia merujuk pada pengobatan tradisonal yang memanfaatkan tanaman obat atau biasa disebut jamu. Pengobatan tradisional sudah digunakan sejak zaman sebelum masehi. Bahan baku agroindustri tanaman obat urutan 5 terbesar di Indonesia adalah jahe, kunyit, temulawak, kencur dan cabe jawa. Di wilayah eks karisidenan kedu sendiri memiliki keragaman tumbuhan obat misalnya purwoceng, kapulaga, kayu manis, cengkeh, cabe jawa, kemukus, empon-empon dan adas. namun sekarang Purwoceng telah mengalami penurunan produksi karena eksploitasi tanaman yang berlebihan tanpa diikuti konservasi tanaman purwoceng yang benar.

Berbicara produksi jamu, maka hal tersebut sangat berkaitan dengan proses budidaya, karena jamu adalah produk berbasis alam.  Jamu 90% berbahan baku berupa tanaman obat dan 85% dapat dipanen dari alam dan bukan dari hasil budidaya. Sisanya 15% budidaya berskala kecil, memengah dan bukan usaha ekonom produktif. Minimnya hasil budidaya disebabkan karena penguasaan teknologi petani yang masih rendah. Selain itu, belum ada dukungan program yang jelas dari pemangku kepentingan.

Pendukung produksi jamu yang berkualitas terdiri dari tiga poin penting yaitu budidaya, produksi dan pascapanen. Dengan budidaya yang benar, produktivitas dapat ditingkatkan sehingga suplai bahan baku bisa kontinu. Tanaman obat harus dipanen pada periode musim atau periode waktu yang paling optimal. Waktu panen tergantung pada bagian tanaman yang akan digunakan, misalnnya daun, bunga, batang, buah, atau rimpang yang akan digunakan sebagai bahan obat.

Pengelolaan pascapanen harus dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada materi asing, gulma atau tanaman beracun dicampur dengan bahan tanaman obat yang dipanen. Tanaman obat harus dipanen dalam kondisi cuaca terbaik, hindari embun, hujan atau kelembaban yang sangat tinggi. Jika panen terjadi dalam kondisi basah, material yang dipanen harus diangkut segera ke fasilitas pengeringan dalam ruangan untuk mempercepat pengeringan sehingga mencegah kemungkinan efek merusak karena tingkat kelembaban yang meningkat, yang meningkatkan fermentasi dan jamur mikroba. Bahan baku bermutu akan menjamin produk jamu aman, berkualitas dan berkhasiat.

Komposisi ramuan jamu berdasarkan gejala atau penyebab penyakit kemudian dilakukan penyusunan ramuan berdasarkan pendekatan holistic ilmiah. Misalnya, jamu hipertensi ringan direkomendasikan dengan ramuan jamu yang terdiri dari herba seledri, herba pegagan, daun kumis kucing, rimpang temulawak, rimpang kunyit, serta herba meniran. Jamu hiperkolesterolemia direkomendasikan dengan ramuan jamu daun jati cina, daun jati belanda, herba tempuyung, teh hijau, rimpang temulawak, rimpang kunyit, serta herba meniran, serta masih banyak lagi komposisi ramuan jamu yang lain. Jadi, produk jamu yang sudah dikomersilkan adalah hasil atau produk penelitian yang sudah diuji sesuai dengan parameter khasiat serta keamanan jamu yang merupakan bukti ilmiah jamu sesuai dengan standar pelayanan kesehatan formal (sesuai aturan BPOM). (AL/Ahm, 2020)

Dalam Masa New Normal Layanan Laboratorium Fakultas Pertanian Tetap Dibuka

Magelang – Dalam masa New Normal layanan Laboratorium Fakultas Pertanian tetap dibuka. Pelayanan laboratorium diprioritaskan untuk Dosen dan Mahasiswa yang sedang melaksanakan penelitian/riset. Selain itu, pelayanan juga dibuka untuk mahasiswa PKL, peminjaman alat laboratorium, lahan, greenhouse dan lain2 untuk menunjang proses penelitian, pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Baru baru ini beberapa mahasiswa Program Studi Agroteknologi melakukan pengujian awal terhadap beberapa jenis benih gandum. Pengujian awal tersebut dilakukan untuk mengetahui berapa kandungan Gluten, Protein dan Moisture dalam benih gandum yang akan diteliti. Selanjutnya benih gandum akan ditanam sesuai dengan perlakuan pada masing – masing metode penelitian mahasiswa.

Gambar 1 : Pembelajaran pengujian benih menggunakan alat Mininfra Smart Grain Analizer

Setelah panen, benih akan kembali diuji untuk mengetahui perlakuan mana yang paling efektif untuk dapat meningkatkan kadar Gluten dan Protein pada gandum.

Gambar 2 : Pengujian Benih Gandum dengan menggunakan alat Mininfra Smart Grain Analizer

Pengujian di laboratorium Fakultas Pertanian tersebut dilakukan dengan menggunakan alat Mininfra Smart Grain Analizer.  Alat tersebut dapat melakukan pengujian secara digital dengan keakuratan tinggi sehingga hasil pengujian dapat lebih baik jika dibandingkan dengan alat uji benih model lainnya. Dengan dibukanya layanan laboratorium tersebut diharapkan dapat menghasilkan luaran penelitian yang berkualitas baik pada penelitian dosen maupun pada penelitian mahasiswa. (Ahm/Mk, 2020)

IKATAN ALUMNI FAKULTAS PERTANIAN RESMI BERDIRI

Sabtu, 23 November 2019 Fakultas Pertanian menggelar pertemuan Alumni Angkatan 1979 – 2019 di Rumah Makan Kebun Semilir Kota Magelang. Berbeda dengan Forum Alumni sebelumnya, forum alumni tahun ini menargetkan dapat membentuk serta meresmikan pengurus Ikatan Alumni Fakultas Pertanian.  Acara yang dihadiri oleh seluruh pimpinan di lingkungan Fakultas Pertanian ini tergolong sukses digelar. Alumni yang hadir dalam forum ini tidak hanya berasal dari Jawa Tengah, namun peserta juga berasal dari Bekasi, Surabaya hingga Makassar.

 

Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Usman Siswanto, M.Sc., Ph. D. meresmikan dan melantik Pengurus Pusat Ikatan Alumni Fakultas Pertanian

Dalam Forum Alumni ini telah dipilih secara aklamasi saudara Budi Mudoyo, S.P. Alumni angkatan 1987 menjadi Ketua Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Tidar.  Untuk melaksanakan tugas dan program kerjanya beliau didampingi Oleh Ir. Agus Jaka Prastya Alumni 1989 sebagai sekretaris dan Ir. Budi Herwanto sebagai Bendahara.  Pengurus pusat Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Untidar juga dibantu oleh koordinator2 daerah yang akan ditetapkan kemudian.  Ir. Hadi Rianto, M.Sc. Dosen sekaligus ketua penyelenggara Forum ini mengatakan setelah pembentukan ini, para pengurus akan mendapatkan SK dari Dekan Fakultas Pertanian sebagai dasar hukum organisasi ini.  Dalam acara ini juga diperkenalkan Tracer Studi untuk melacak keberadaan atau sebaran alumni Fakultas Pertanian. Adapun tracer studi dapat diisi oleh seluruh alumni secara online di Website siluni.untidar.ac.id dan faperta.untidar.ac.id

Selamat dan Sukses untuk Pengurus Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Terpilih, semoga dapat membawa ikatan Alumni Fakultas Pertanian kearah yang lebih baik. (Ahm, 2019)

Tingkatkan Kualitas Tendik, Faperta Kirim Pelatihan Arsip ke IPB.

Sistem kearsipan merupakan bagian tidak terpisahkan dari pengembangan birokrasi modern memalui peningkatan penyelamatan, pengamanan dan pemanfaatan arsip. Guna mendorong hal tersebut perlunya peningkatan  kompetensi SDM kearsipan. Fakultas Pertanian yang saat ini mengelola 3 program studi yaitu Program Studi Agroteknologi, Peternakan dan Akuakultur dituntut untuk cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman khususnya dalam bidang kearsipan.

Kegiatan pelatihan kearsipan yang diselenggarakan oleh Institut  Pertanian Bogor adalah salah satu kegiatan yang diikuti oleh tenaga kependidikan Fakultas Pertanian. Bimbingan Teknis dan Pameran Kearsipan diselenggarakan selama dua hari, yakni pada tanggal 3 – 4 Oktober 2019. Bertempat di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Gedung Rektorat LT 1, Kampus IPB Dramaga, Bogor – Jawa Barat dan acara ini dibuka oleh Bapak Dr. Ir. Aceng Hidayat, M.T. sebagai perwakilan dari IPB University ( Sekretaris Institut ) dan Bapak Ir. Setyo Edy Soesanto, S.Th.I., M.Pd.  (Ketua Penyelenggara dari Forum Pengelola Arsip IPB  (FPA – IPB)).

Dalam paparannya Ibu Widya Wahyuni Setianingrum, ST , sebagai Arsiparis Ahli Muda (Arsip Nasional Republik Indonesia – ANRI), dengan judul “Konversi Nilai Kinerja dan Penyusunan PAK Arsiparis” memberikan contoh dokumen pendukung mengenai penilaian kinerja Arsiparis serta memberikan kesempatan untuk tanya jawab berbagai pemasalahan yang dihadapi seorang arsiparis.

Adapun narasumber yang lain yaitu Ibu Zita Asih Suprastiwi, SH, M.H. , selaku Direktur SDM Kearsipan dan Sertifikasi Arsiparis (Arsip Nasional Republik Indonesia – ANRI), dengan judul “Arsiparis: Kinerja dan Tantangan” menyampaikan bahwa kinerja arsiparis sangat menentukan dalam mewujudkan akuntabilitas kinerja. Pelaksanaan reformasi birokrasi pada setiap pemerintah daerah dan pelayanan publik. Dengan mengikutkan kegiatan pelatihan ini diharapkan kompensi arsiparis di Fakultas Pertanian dapat semakin meningkat selaras dengan perkembangan jaman. (Gie. November 2019)

 

SOSIALISASI DAN WORKSHOP PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TIDAR

MAGELANG – Sosialisasi dan Workshop Penulisan Karya Tulis Ilmiah yang dilakukan oleh Gugus Kemahasiswaan Fakultas Pertanian Universitas Tidar dengan tema “FAPERTA BERKARYA” telah dilaksanakan di balai pertemuan serba guna RW 5 Potrobangsan pada Sabtu, 25 Mei 2019.

Dalam kegiatan sosialisasi dan workshop karya tulis ilmiah ini menghadirkan dua pembicara yang ahli dalam penulisan karya tulis ilmiah dengan banyaknya prestasi yang berhasil mereka raih. Pembicara sekaligus pemateri tersebut yaitu Arby’in Pratiwi, S.Pt. mahasiswi pasca sarjana Universitas Gajah Mada (UGM) dan Tadjus Sobirin, S.T. alumni dari Universitas Tidar (UNTIDAR) tahun 2019. Peserta kegiatan sosialisasi dan workshop penulisan karya tulis ilmiah ini adalah mahasiswa program studi Agroteknologi, Peternakan dan Akuakultur. Melalui tema ” FAPERTA BERKARYA” kegiatan ini diharapkan mampu membuka pikiran para mahasiswa Fakultas Pertanian agar lebih luas lagi mengenal apa itu karya tulis ilmiah, bagaimana cara membuatnya, serta apa saja kiat-kiat serta tips agar lolos dalam penulisan karya tulis ilmiah.

Kegiatan ini merupakan salah satu langkah dari Gugus kemahasiswaan Fakultas Pertanian dalam mengembangkan kemampuan dan minat mengenai tulis menulis mahasiswa Fakultas Pertanian agar lebih baik lagi kedepannya. Karena selama ini mahasiswa Fakultas Pertanian masih belum begitu aktif dalam kaitannya dengan karya tulis ilmiah. Melalui kegiatan ini juga, nantinya diharapkan mampu menghasilkan luaran berupa ide-ide ataupun judul baru yang bersifat kreatif dan inovatif dari mahasiswa Fakultas Pertanian. (TPR/Ahm)

RENSTRA FAKULTAS PERTANIAN 2015 -2019

Segala puji bagi Allah SWT atas Rahmat dan Hidayah-Nya, sehingga Rencana Strategis Fakultas Pertanian Tahun 2015-2019 dapat diselesaikan. Dokumen ini disusun untuk dapat digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan dan arah kebijakan di Fakultas Pertanian Universitas Tidar.

Rencana Strategis Fakultas Pertanian Universitas Tidar Tahun 2015-2019 merupakan penjabaran visi dan misi Fakultas Pertanian dan bersinergi dengan visi dan misi Universitas Tidar, serta hasil evaluasi terhadap pelaksanaan Rencana Strategis sebelumnya dengan tetap memperhatikan dinamika kondisi terkini. Program prioritas arah kebijakan Fakultas Pertanian antara lain: sasaran program pembelajaran dan kemahasiswaan, sasaran program meningkatnya kualitas kelemba-gaan fakultas, sasaran program meningkatnya relevansi kualitas dan kuantitas sumber daya Iptek, sasaran program meningkatnya relevansi dan produktivitas riset dan pengembangan, sasaran program meningkatnya budaya kerja dan dukungan manajemen, sasaran program meningkatnya layanan dan tugas teknis lainnya, sasaran program meningkatnya pengawasan dikemas dalam bentuk program kerja.

Rencana strategis adalah sebuah dokumen perencanaan jangka menengah yang sangat penting bagi proses perencanaan dan penganggaran pada tatanan pengelolaan Fakultas Pertanian. Selain memandang sebagai suatu kewajiban, kami juga menyadari arti penting Rencana Strategis Fakultas Pertanian Tahun 2015-2019 ini dalam mengarahkan kebijakan pengembangan Fakultas Pertanian. Lebih jauh, rencana strategis ini menjadi landasan regulasi dalam pelaksanaan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (Medium Term Expenditure Framework).  Rencana strategis merumuskan tantangan serta strategi kebijakan dan target yang akan diambil untuk menjawab permasalahan dalam 5 tahun ke depan.  Dengan demikian, rencana strategis merupakan pedoman bagi seluruh komponen dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan secara sinergis, koordinatif, dan saling melengkapi.

Kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan rencana strategis ini, Fakultas Pertanian Universitas Tidar menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya sehingga rencana strategis Fakultas Pertanian Universitas Tidar tahun 2015-2019 dapat tersusun dengan baik.  (FP/Ahm)

Unduh Renstra Fakultas Pertanian Universitas Tidar Pada Link dibawah ini :

UNDUH RENCANA STRATEGIS FAKULTAS PERTANIAN

 

 

 

dipostkan tanggal 17 Januari 2019

Tumbuhkan Minat Wirausaha, HIMAPROTER Luncurkan Pelatihan Pembuatan Yoghurt

Magelang – Minggu (16/9) Himpunan Mahasiswa Program Studi Peternakan (HIMAPROTER) Universitas Tidar melaksanakan program pelatihan pembuatan produk olahan hasil ternak yaitu “Pelatihan Pembuatan Yoghurt” yang diselenggarakan di Balai Pertemuan Serba Guna, Kelurahan Potrobangsan, Magelang Utara, Kota Magelang. Selain sebagai upaya mendukung perwujudan visi Universitas Tidar yaitu  “Terdepan dalam Wirausaha”, acara ini juga bertujuan untuk memperkenalkan Livestock Product Of Untidar (Liprount) yang berupa yoghurt kepada masyarakat, khususnya kepada mahasiswa baru Program Studi Peternakan tahun 2018. Dalam sambutannya Ketua panitia, Bayu Fajar Ariyanto menyatakan bahwa Sebagai mahasiswa baru Untidar, kita harus belajar dan hidup dalam lingkup peternakan, kita harus selalu menanamkan jiwa kewirausahaan sejak saat ini. Saya berharap kedepan mahasiswa peternakan Untidar lebih kreatif sehingga dapat membaca peluang usaha yang sangat melimpah, salah satunya produksi minuman yoghurt.

Gambar 1: Peserta Sangat Antusias dalam Sesi Diskusi pada Pelatihan Pembuatan Yoghurt

Pelatihan pembuatan yoghurt ini merupakan program kerja perdana dari Himpunan Mahasiswa Program Studi Peternakan. Dalam acara peserta cukup antusiasme terbukti dari keseluruhan jumlah peserta yang hadir, 90% lebih merupakan mahasiswa baru program studi peternakan. Dalam acara tersebut selain praktik pembuatan yogurt secara langsung panitia juga mengadakan sesi diskusi. Beberapa peserta cukup antusias mengajukan beberapa pertanyaan mulai dari sejarah adanya produk liprount, cara pembuatan yoghurt hingga pemasaran produknya. Pada acara ini juga dipaparkan beberapa materi yang diisi oleh beberapa narasumber serta penayangan video pembuatan yoghurt oleh HIMAPROTER.

Gambar 2 : Pemaparan Materi oleh Lastriana Waldi, S.Pt, M.P.  dosen Program Studi S1 Peternakan tentang Cara Pembuatan yoghurt

Desky, salah satu peserta mengatakan bahwa acara ini cukup bagus, sangat memotivasi mahasiswa karena dalam acara ini disampaikan tentang  inovasi – inovasi yang bisa dikembangkan dari peternakan, salah satu contohnya yaitu yoghurt. Selain mengajarkan tentang membuat produk yang menyehatkan bagi tubuh, acara ini juga mengajarkan bagaiamana caranya kita sebagai mahasiswa agar bisa berwirausaha. Lastriana Waldi, S.Pt, M.P., selaku dosen sekaligus penaggung jawab bidang kemahasiswaan Program Studi Peternakan Universitas Tidar sekaligus pemateri dalam acara ini menyatakan bahwa Sebagai mahasiswa Peternakan, kalian harus bisa memanfaatkan apa yang ada di sekeliling kalian untuk berwirausaha, apapun jenis dan bentuknya”. Selain itu Yosephine Laura Raynardia, S.Pt, M.Sc. sebagai penanggung jawab bidang kewirausahaan juga menekankan bahwa program studi yang baru, Peternakan Untidar harus menguasai bidang kewirausahaan karena perguruan tinggi lain di sekitar Untidar masih terfokus untuk membidik perusahaan – perusahaan peternakan (farm) besar, sehingga peluang berwirausaha masih sangat terbuka. Saat ini, mahasiswa peternakan Untidar harus mengubah orientasi masa depan agar mau dan berani mengambil peluang berwirausaha agar mampu bersaing dengan sarjana peternakan dari universitas lain.

Gambar 3 : Panitia Pelatihan Pembuatan Yoghurt Himpunan Mahasiswa Program Studi Peternakan 

Pada akhir acara ketua panitia menyatakan sudah cukup puas dengan acara kali ini. Hanya saja sebagai acara perdana tentu masih banyak yang harus dibenahi. Kedepannya panitia akan berusaha untuk lebih baik lagi. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga acara ini dapat berjalan dengan sukses.  Selain itu panitia berharap semoga program ini bisa bermanfaat bagi seluruh mahasiswa khususnya mahasiswa Peternakan Universitas Tidar dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Himaproter/Ahm)

Sambut Mahasiswa Baru Agroteknologi, HIMAGRO UNTIDAR Selenggarakan Agrophoria

Magelang – Sabtu (8/9) Himpunan Mahasiswa Agroteknologi Universitas Tidar (HIMAGRO UNTIDAR) menyelanggarakan kegiatan AGROPHORIA (Agrotechnology Euphoria) 2018. AGROPHORIA merupakan kegiatan yang ditujukan khusus untuk mahasiswa baru program studi Agroteknologi angkatan 2018. Bentuk kegiatan AGROPHORIA meliputi diskusi panel, materi, pelatihan hidroponik, pengenalan seluk beluk HIMAGRO dan gelar potensi mahasiswa. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Universitas Tidar pukul 08.00-17.30.

Gambar 1. Penyampaian Materi Tentang Peraturan Akademik Program Studi Agroteknologi Oleh Ir. Yulia Eko Susilowati, M.P.

Materi pertama pada acara tersebut yaitu pengenalan sistem akademik program studi Agroteknologi yang disampaikan oleh Ir. Yulia Eko Susilowati, M.P. selaku kepala jurusan Agroteknologi. Pada materi tersebut dijelaskan sistem perkuliahan yang ada di Fakultas Pertanian, serta tata aturan perkuliahan program studi Agroteknologi, dan mata kuliah program studi Agroteknologi tahun ajaran 2018/2019. Materi kedua disampaikan oleh Siti Nurul Iftitah, S.P.,M.P., beliau merupakan dosen Teknologi Hidroponik dan Aeroponik di Fakultas Pertanian Universitas Tidar. Pada materi tersebut disampaikan tentang cara budidaya tanaman secara hidroponik. Pada materi tersebut dijelaskan tentang keuntungan menggunakan sistem budidaya hidroponik yaitu hidroponik sebagai solusi semakin berkurangnya lahan pertanian dan teknik bertanam menggunakan hidroponik. Pada hari yang sama peserta juga berkesempatan mempraktikkan langsung bagaimana mencampurkan nutrisi hidroponik, menyiapkan wadah untuk budidaya dan perawatan hidroponik.

Gambar 2. Penyampaian Materi Tentang Hidroponik Oleh Siti Nurul Iftitah, S.P., M.P.

Materi selanjutnya  mengenai Keprofesian dan Keorganisasian HIMAGRO yang disampaikan oleh Ketua Umum HIMAGRO, Vatjarjinanto. Pada materi tersebut dijelaskan mengenai organisasi sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan bakat dan memperoleh ilmu di luar bangku perkuliahan. Materi tersebut juga berisi pengenalan HIMAGRO sebagai salah satu organisasi mahasiswa (ormawa) di bawah naungan Fakultas Pertanian. Acara dilanjutkan dengan gelar potensi mahasiswa yang menjadi ajang untuk menampilkan bakat mahasiswa baru. Pada sesi tersebut, setiap kelompok menampilkan pentas seni, diantaranya musikalisasi puisi, menyanyi, menari, teatrikal, dan perkusi.

Gambar 3. Penutupan acara Agrophoria 2018 di halaman Fakultas Pertanian Universitas Tidar

Epiliana selaku ketua panitia berharap kegiatan AGROPHORIA 2018 dapat menumbuhkan jiwa kekeluargaan dan solidaritas mahasiswa baru Agroteknologi serta dapat menumbuhkan  jiwa agropreneur melalui budidaya tanaman hidroponik. Selain itu  dengan adanya kegiatan ini dapat turut diperkenalkan dunia  akademik, keprofesian dan keorganisasian HIMAGRO kepada mahasiswa baru. (Himagro/Ahm)