HIMAGRO KIRIMKAN WAKILNYA DALAM RAKORNAS FKK HIMAGRI INDONESIA

Bekasi – Himpunan Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tidar (HIMAGRO UNTIDAR)  mengirimkan delagasinya untuk menghadiri Rapat Koordinasi Nasional yang digelar di Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi Bekasi, Jawa Barat. Acara tersebut digelar pada 8-11 September 2016 dan dihadiri oleh delegasi-delegasi yang berasal dari berbagai kampus di seluruh Indonesia. Fisiela Fikta Arunia Ketua umum HIMAGRO yang merupakan delegasi dari Fakultas Pertanian Universitas Tidar menyatakan bahwa pada Rakornas tersebut juga diadakan Seminar nasional tentang Budidaya Kelapa sawit serta penetapan pengurus pusat FKK Himagri dan Garis Besar Haluan Kegiatan FKK Himagri tahun 2016-2018.

Seminar Nasional tersebut dihadiri oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, DR. IR. H. Andi Amran Sulaiman, MP. Pada seminar nasional tersebut, Menteri pertanian menyampaikan materi yang berkaitan dengan“ Sumbangan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Devisa”.  Seminar nasional tersebut juga menghadirkan Dr. Bambang Dwi Laksono yang saat ini menjabat sebagai ketua GAPKI Indonesia. Dr. Bambang Memberikan Materi dengan tema “Selintas ISPO dan RSPO”

2-min

Gb. Seminar Nasional dengan Tema budidaya Kelapa Sawit, dalam Rangkaian Rakornas FKK HIMAGRI ke-15 di  Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi Bekasi, Jawa Barat.

Dengan mengirimkan delegasinya ke Seminar Nasional serta Rakornas FKK Himagri diharapkan Fakultas Pertanian Untidar dapat ikut berkontribusi pada kemajuan dunia pertanian di Indonesia. Selain itu pengiriman delegasi juga dimaksudkan untuk pengembangan Organisasi di Lingkungan Fakultas Pertanian termasuk HIMAGRO. Pengetahuan serta ilmu yang diperoleh dari Rakornas dan Seminar Nasional tersebut diharapkan disampaikan kepada seluruh pengurus maupun anggota HIMAGRO sehingga dapat mengispirasi Mahasiswa Agroteknologi di FP Untidar. (ahm)

MAHASISWA SEMESTER 5 JALANI PELATIHAN SAMBUNG PUCUK DAN OKULASI TANAMAN BUAH

Purworejo – Belajar dikampus adalah kewajiban bagi setiap mahasiswa, tetapi untuk dapat meningkatkan Skill diperlukan pelatihan khusus sehingga saat lulus, mahasiswa mempunyai tambahan keterampilan yang dapat dijadikan modal menjadi pengusaha. Berdasarkan pemikiran tersebut Fakultas Pertanian setiap tahunnya mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti pelatihan di UD. SAMI ASIH. UD. SAMI ASIH merupakan produsen aneka tanaman buah yang beralamat di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, unit usaha tersebut telah menjalin kerjasama  dengan Fakultas Pertanian (MOU) khususnya tentang pelatihan mahasiswa serta penyediaan bibit praktikum di Fakultas Pertanian.

Beberapa waktu lalu, 20 mahasiswa semester 5 FP dikirim untuk belajar tentang cara perbanyakan tanaman buah dengan teknik sambung pucuk dan okulasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 5 hari. Mahasiswa dibekali materi serta praktik langsung di lapangan. Munawaroh mahasiswa semester 5 sekaligus peserta kegiatan tersebut menyatakan “Pelatihan ini sangat bermanfaat, karena kami dibimbing dan diajari tentang teknik perbanyakan tanaman, saat siang kami praktik di lahan dan malamnya digunakan untuk evaluasi dan pemberian materi oleh tim pelatih” tutur muna.

Mahasiswa yang mengikuti pelatihan tersebut adalah sebagai berikut : Munawaroh, Hafidha Ade L, Ardika A, Puji Rahayu, Amifta Khusnia, Sulistyani, Inayah Kurniasari, Ezha Safrida, Nuryani, Fisiela Fikta, Irma Yunica, Mashfatul, Annisa, Novia, Siti H, Irfi M, Ulfi Maslachatul, Anis nur H. serta Arsya Bella cahyadi.

11

Gb 1. Persiapan media untuk batang bawah

2

gb 2. Penjelasan teknis tentang Sambung pucuk

10

Gb 3. Praktik Sambung pucuk tanaman buah

8

Gb 4. Pemilihan batang atas oleh peserta

gambar purworejo

Gb 5. Penyiraman hasil sambungan dan persiapan penyungkupan

6

Gb 6. Penyungkupan sambungan

1

Gb 7. Kunjungan dan monitoring oleh Wakil dekan II, Ir. Historiawati, M.P.

Perbanyakan tanaman dengan teknik sambung pucuk dan okulasi merupakan teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif. Teknik perbanyakan ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya : tanaman cepat berbuah, rasa buah sama dengan induknya dan tanaman hasil perbanyakan dapat digunakan menjadi tabulapot serta tanaman penghias di sekitar rumah. (ahm)

 

Mengasah Kreatifitas Tanpa Batas Melalui Kewirausahaan

Magelang –  Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Tidar (HIMAGRO UNTIDAR) kembali melaksanakan kegiatan. Kegiatan tersebut bertema “Mengasah Kreatifitas Tanpa Batas Melalui Kewirausahaan”. Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan Minggu, 5 September 2016 diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 1 Fakultas Pertanian, perwakilan mahasiswa semester 3, pengurus BEM Fakultas Pertanian serta seluruh pengurus HIMAGRO. Kegiatan yang dilaksanakan pukul 05.00– 17.00 WIB tersebut juga dihadiri oleh jajaran pendidik dan tenaga kependidikan Fakultas Pertanian. Pada sambutannya, Hafidha Ade Lutfiana selaku ketua panitia memaparkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih mahasiswa berwirausaha dan berorganisasi.

Kegiatan utama yang dilaksanakan adalah pelatihan yang berkaitan dengan kewirausahaan. Pelatihan dilaksanakan menjadi 2 sesi yaitu pelatihan penyusunan proposal Program Kreatif Mahasiswa (PKM) dan pelatihan budidaya jamur tiram.  Ketua umum HIMAGRO Fisiela Fikta dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan pelatihan ini mahasiswa Agroteknologi, diharapkan mampu berwirausaha khususnya tentang budidaya jamur dan mampu menyusun proposal PKM, sehingga tahun ini Fakultas Pertanian akan lebih banyak meloloskan proposal PKM. Seperti diketahui sebelumnya, Fakultas Pertanian sangat intens dan berkonsentrasi agar perolehan PKM tahun ini meningkat. FP menargetkan 90 proposal siap uplode pada akhir September 2016.

DSC00122-min

Pelatihan budidaya jamur tiram, oleh Rian Widiyanto. Mahasiswa semester 5  FP Untidar.

Rian Widiyanto mahasiswa semester 5 FP Untidar yang juga berwirausaha jamur tiram turut memberikan materi pelatihan budidaya jamur tiram. Setiap peserta dilatih teknik budidaya jamur dan diwajibkan merawat bagloog yang telah diberi spora. Media jamur tersebut kemudian dibawa pulang oleh masing-masing peserta pelatihan. Peserta pelatihan wajib melaporkan perkembangan jamur setiap satu minggu sekali kepada tim pengawas dari HIMAGRO,  sehingga pertumbuhan jamur dapat terkontrol. (ahm)

Mahasiswa Fakultas Pertanian adakan Fieldtrip Ke PTPN IX dan Cimory OnThe Valley

Rabu, 3 Desember 2014, sebanyak 87 orang mahasiswa Fakultas Pertanian Untidar, didampingi oleh Dosen Pembimbing melaksanakan kegiatan FieldTrip ke PT Perkebunan Nusantara IX, dan Cimory On The Valley, Restaurant & Milk Factory.

Rombongan berangkat dari kampus Untidar pukul 07.30 WIB. Tempat yang pertama dituju adalah PT Perkebunan Nusantara IX (Persero).  PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) saat ini memiliki 2 Divisi. Pertama, Divisi Tanaman Tahunan yang membudidayakan dan menghasilkan produk- produk dari tanaman karet, kopi, kakao, dan teh. Kedua, Divisi Tanaman Semusim (Pabrik Gula) yang menghasilkan produk-produk dari tanaman tebu. Produk-produk PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) dipasarkan di pasar domestik maupun pasar luar negeri sebagian besar dalam bentuk bulk. PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) juga memproduksi dan memasarkan produk-produk hilir berupa teh kemasan, teh celup, serta gula pasir dan kopi bubuk dalam kemasan.

Dalam acara FieldTrip kali ini, Dosen dan Mahasiswa Faperta mengunjungi Pabrik Pengolahan Kopi milik PT Perkebunan Nusantara IX Banaran. Selama di sana dijelaskan mengenai proses pengolahan Kopi, baik melalui Wet Process maupun Dry Process. Juga diperlihatkan alat yang digunakan dalam proses pengolahan kopi, baik yang dijalankan oleh mesin maupun yang ditangani oleh manusia. Rombongan juga meninjau tempat penyimpanan kopi setelah panen.

Setelah kunjungan ke Pabrik Pengolahan Kopi, Rombongan mengunjungi Kebun Getas milik PTPN IX. Di sana melakukan peninjauan ke tempat pembibitan, penyambungan, belajar juga mengenai  proses pemotongan. Selanjutnya menuju ke lahan karet yang mau disadap termasuk belajar bagaimana teknik penyadapan. Dari pabrik pengolahan karet, rombongan bertolak menuju ke Cimory On The Valley, Restaurant & Milk Factory. Di sana diperlihatkan bermacam jenis sapi, juga belajar cara memerah sapi secara manual. Rombongan juga mengunjungi pabrik pengolahan susu sapi untuk diolah menjadi berbagai Dairy Product seperti yoghurt, keju, dsb.

Budi Sambodo salah seorang peserta acara FieldTrip ini mengatakan sangat terkesan dengan kunjungan ke PTPN IX dan Ke Cimory On The Valley, Restaurant & Milk Factory. Hal yang mengesankan saat mengunjungi PTPN IX adalah ketika tahu bahwa proses pengolahan Lateks ternyata sangat bergantung pada air.  Sementara itu hal yang paling membuatnya berkesan ketika mengunjungi Cimory On The Valley, Restaurant & Milk Factory adalah Zero Wish Concept, yaitu kebijakan yang selama ini menjadi komitmen Cimory untuk mengoptimalkan setiap langkah pengolahan agar berdaya guna. Sapi-sapi dirawat sebaik-baiknya agar bisa menghasilkan susu segar, sehingga menghasilkan dairy product yang juga  berkualitas. Kotoran sapi bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan berbagai tanaman baik sayur atau buah, yang hasilnya bisa digunakan di restorant yang dikelola. Komitmen yang ramah lingkungan dan patut diapresiasi.