HIMAGRO KIRIMKAN WAKILNYA DALAM RAKORNAS FKK HIMAGRI INDONESIA

Bekasi – Himpunan Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tidar (HIMAGRO UNTIDAR)  mengirimkan delagasinya untuk menghadiri Rapat Koordinasi Nasional yang digelar di Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi Bekasi, Jawa Barat. Acara tersebut digelar pada 8-11 September 2016 dan dihadiri oleh delegasi-delegasi yang berasal dari berbagai kampus di seluruh Indonesia. Fisiela Fikta Arunia Ketua umum HIMAGRO yang merupakan delegasi dari Fakultas Pertanian Universitas Tidar menyatakan bahwa pada Rakornas tersebut juga diadakan Seminar nasional tentang Budidaya Kelapa sawit serta penetapan pengurus pusat FKK Himagri dan Garis Besar Haluan Kegiatan FKK Himagri tahun 2016-2018.

Seminar Nasional tersebut dihadiri oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, DR. IR. H. Andi Amran Sulaiman, MP. Pada seminar nasional tersebut, Menteri pertanian menyampaikan materi yang berkaitan dengan“ Sumbangan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Devisa”.  Seminar nasional tersebut juga menghadirkan Dr. Bambang Dwi Laksono yang saat ini menjabat sebagai ketua GAPKI Indonesia. Dr. Bambang Memberikan Materi dengan tema “Selintas ISPO dan RSPO”

2-min

Gb. Seminar Nasional dengan Tema budidaya Kelapa Sawit, dalam Rangkaian Rakornas FKK HIMAGRI ke-15 di  Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi Bekasi, Jawa Barat.

Dengan mengirimkan delegasinya ke Seminar Nasional serta Rakornas FKK Himagri diharapkan Fakultas Pertanian Untidar dapat ikut berkontribusi pada kemajuan dunia pertanian di Indonesia. Selain itu pengiriman delegasi juga dimaksudkan untuk pengembangan Organisasi di Lingkungan Fakultas Pertanian termasuk HIMAGRO. Pengetahuan serta ilmu yang diperoleh dari Rakornas dan Seminar Nasional tersebut diharapkan disampaikan kepada seluruh pengurus maupun anggota HIMAGRO sehingga dapat mengispirasi Mahasiswa Agroteknologi di FP Untidar. (ahm)

MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN KUNJUNGI BUMI LANGIT INSTITUTE DAN KEBUN BUAH MANGUNAN DALAM FIELDTRIP 2016

Bantul – Beberapa waktu lalu mahasiswa Fakultas Pertanian melakukan perjalanan dalam rangka belajar di lapangan. Mahasiswa FP yang diwakili oleh angkatan 2013 tersebut berkunjung ke kebun pertanian organik Bumi langit Institute yang beralamat di Imogiri, Bantul, DIY.  Dalam kesempatan tersebut mahasiswa yang didampingi oleh jajaran dosen FP mendapat penjelasan dari pimpinan bumi langit institute berkaitan dengan pertanian organik. Dalam penerapannya perusahaan tersebut menerapkan sistem Permakultur dalam bertani. Permakultur  adalah cabang ilmu desain ekologis, teknik ekologis dan desain lingkungan yang mengembangkan arsitektur berkelanjutan dan sistem pertanian swadaya berdasarkan ekosistem alam. Dalam kunjungannya, mahasiswa tidak hanya melihat dan belajar tentang pertanian organik, tetapi juga belajar tentang beternak sapi yang pakannya diambilkan dari sisa-sisa panen di kebun produksi. Kotoran dan urin sapi ditampung dalam bak besar yang kemudian diproses menjadi biogas, gas tersebut kemudian digunakan untuk kebutuhan memasak di resto maupun rumah tangga. Selanjutnya kotoran yang telah digunakan untuk biogas juga digunakan untuk ternak cacing serta pupuk tanaman. Prinsip pertanian yang diterapkan di Bumi langit adalah bertani dengan pemanfaatan alam sebanyak-banyaknya serta meminimalkan sampah.

IMG_20160719_131050-min

Gb. Kunjungan di Bumi Langit Institute Imogiri, Bantul, DIY.

Pada kesempatan yang sama, mahasiswa FP juga mengunjungi kebun buah mangunan yang terletak tidak jauh dari Bumi Langit Institute. Di kebun buah mangunan, mahasiswa diperkenalkan macam-macam tanaman buah yang dibudidayakan. Kebun buah mangunan selain digunakan sebagai kebun produksi juga dimanfaatkan sebagai Agrowisata. Pemandangan yang indah di kebun ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa Fakultas Pertanian.

IMG_20160719_090840-min

Gb. Penyerahan Kenang-kenangan di BPBIAT Muntilan, Magelang.

Pada Fieldtrip mahasiswa FP 2016 tersebut mahasiswa berangkat dari Magelang pukul 07.00 WIB. Dalam perjalanannya, mahasiswa juga berkunjungan ke Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar(BPBIAT) Jawa tengah di Muntilan. (ahm)

 

MAHASISWA SEMESTER 5 JALANI PELATIHAN SAMBUNG PUCUK DAN OKULASI TANAMAN BUAH

Purworejo – Belajar dikampus adalah kewajiban bagi setiap mahasiswa, tetapi untuk dapat meningkatkan Skill diperlukan pelatihan khusus sehingga saat lulus, mahasiswa mempunyai tambahan keterampilan yang dapat dijadikan modal menjadi pengusaha. Berdasarkan pemikiran tersebut Fakultas Pertanian setiap tahunnya mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti pelatihan di UD. SAMI ASIH. UD. SAMI ASIH merupakan produsen aneka tanaman buah yang beralamat di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, unit usaha tersebut telah menjalin kerjasama  dengan Fakultas Pertanian (MOU) khususnya tentang pelatihan mahasiswa serta penyediaan bibit praktikum di Fakultas Pertanian.

Beberapa waktu lalu, 20 mahasiswa semester 5 FP dikirim untuk belajar tentang cara perbanyakan tanaman buah dengan teknik sambung pucuk dan okulasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 5 hari. Mahasiswa dibekali materi serta praktik langsung di lapangan. Munawaroh mahasiswa semester 5 sekaligus peserta kegiatan tersebut menyatakan “Pelatihan ini sangat bermanfaat, karena kami dibimbing dan diajari tentang teknik perbanyakan tanaman, saat siang kami praktik di lahan dan malamnya digunakan untuk evaluasi dan pemberian materi oleh tim pelatih” tutur muna.

Mahasiswa yang mengikuti pelatihan tersebut adalah sebagai berikut : Munawaroh, Hafidha Ade L, Ardika A, Puji Rahayu, Amifta Khusnia, Sulistyani, Inayah Kurniasari, Ezha Safrida, Nuryani, Fisiela Fikta, Irma Yunica, Mashfatul, Annisa, Novia, Siti H, Irfi M, Ulfi Maslachatul, Anis nur H. serta Arsya Bella cahyadi.

11

Gb 1. Persiapan media untuk batang bawah

2

gb 2. Penjelasan teknis tentang Sambung pucuk

10

Gb 3. Praktik Sambung pucuk tanaman buah

8

Gb 4. Pemilihan batang atas oleh peserta

gambar purworejo

Gb 5. Penyiraman hasil sambungan dan persiapan penyungkupan

6

Gb 6. Penyungkupan sambungan

1

Gb 7. Kunjungan dan monitoring oleh Wakil dekan II, Ir. Historiawati, M.P.

Perbanyakan tanaman dengan teknik sambung pucuk dan okulasi merupakan teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif. Teknik perbanyakan ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya : tanaman cepat berbuah, rasa buah sama dengan induknya dan tanaman hasil perbanyakan dapat digunakan menjadi tabulapot serta tanaman penghias di sekitar rumah. (ahm)

 

Mengasah Kreatifitas Tanpa Batas Melalui Kewirausahaan

Magelang –  Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Tidar (HIMAGRO UNTIDAR) kembali melaksanakan kegiatan. Kegiatan tersebut bertema “Mengasah Kreatifitas Tanpa Batas Melalui Kewirausahaan”. Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan Minggu, 5 September 2016 diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 1 Fakultas Pertanian, perwakilan mahasiswa semester 3, pengurus BEM Fakultas Pertanian serta seluruh pengurus HIMAGRO. Kegiatan yang dilaksanakan pukul 05.00– 17.00 WIB tersebut juga dihadiri oleh jajaran pendidik dan tenaga kependidikan Fakultas Pertanian. Pada sambutannya, Hafidha Ade Lutfiana selaku ketua panitia memaparkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih mahasiswa berwirausaha dan berorganisasi.

Kegiatan utama yang dilaksanakan adalah pelatihan yang berkaitan dengan kewirausahaan. Pelatihan dilaksanakan menjadi 2 sesi yaitu pelatihan penyusunan proposal Program Kreatif Mahasiswa (PKM) dan pelatihan budidaya jamur tiram.  Ketua umum HIMAGRO Fisiela Fikta dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan pelatihan ini mahasiswa Agroteknologi, diharapkan mampu berwirausaha khususnya tentang budidaya jamur dan mampu menyusun proposal PKM, sehingga tahun ini Fakultas Pertanian akan lebih banyak meloloskan proposal PKM. Seperti diketahui sebelumnya, Fakultas Pertanian sangat intens dan berkonsentrasi agar perolehan PKM tahun ini meningkat. FP menargetkan 90 proposal siap uplode pada akhir September 2016.

DSC00122-min

Pelatihan budidaya jamur tiram, oleh Rian Widiyanto. Mahasiswa semester 5  FP Untidar.

Rian Widiyanto mahasiswa semester 5 FP Untidar yang juga berwirausaha jamur tiram turut memberikan materi pelatihan budidaya jamur tiram. Setiap peserta dilatih teknik budidaya jamur dan diwajibkan merawat bagloog yang telah diberi spora. Media jamur tersebut kemudian dibawa pulang oleh masing-masing peserta pelatihan. Peserta pelatihan wajib melaporkan perkembangan jamur setiap satu minggu sekali kepada tim pengawas dari HIMAGRO,  sehingga pertumbuhan jamur dapat terkontrol. (ahm)

BEM Fakultas Pertanian Sukses Gelar OTADAMA

Magelang –  Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM-FP) sukses melaksanakan  Orientasi Tidar Muda Fakultas (OTADAMA Fakultas). Acara yang dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2016 tersebut bertujuan untuk mengenalkan lingkungan Fakultas Pertanian kepada mahasiswa baru. Berbagai kegiatan dilaksanakan mulai dari pengenalan Kurikulum  sampai dengan  berbagai acara yang disusun untuk mengenalkan dunia kampus kepada Mahasiswa baru.

Ketua panitia OTADAMA FP, Restu Dika Alfian dalam sambutannya mengucapkan selamat datang  dan selamat bergabung bersama keluarga besar mahasiswa FP Untidar, OTADAMA Fakultas Pertanian tahun ini diikuti 113 mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, “tutur dia”. Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Gembong Haryono, M.P. pada kesempatan ini juga menyampaikan bahwa ketatnya persaingan untuk masuk menjadi mahasiswa Fakultas Pertanian, untuk itu mahasiswa yang telah lolos diharapkan untuk dapat belajar dan mengikuti perkuliahan sebaik-baiknya sehingga dapat lulus tepat waktu dengan nilai yang memuaskan.

IMG_3309-min

OTADAMA Fakultas Pertanian yang dilaksanakan pada pukul 07.00-18.00 tersebut juga mengundang 3 alumni Fakultas Pertanian untuk mengisi materi yang berkaitan dengan Strategi  Lulus Cepat dan Lolos PKM, PMW dan PHBD. Pada kesempatan tersebut Fitria Wulandari, S.P., Ahmadi, S.P. dan Hony Kharisma Sejati, S.P. menyampaikan beberapa cara untuk dapat meraih dana Hibah PKM, PMW dan PHBD dari Dikti. Hony Kharisma dan ahmadi menyatakan bahwa  pentingnya  mahasiswa dalam berwirausaha sehingga dana hibah dari Dikti sangat penting untuk menjadi modal usaha, untuk itu mahasiswa harus kreatif dan inovatif sehingga dapat memperoleh dana PKM dll. Pokok penting dalam pembuatan proposal adalah pemilihan judul yang tepat, sehingga dengan melihat judul tersebut reviewer akan tertarik membaca isi didalamnya. Pada kesempatan tersebut juga dipaparkan seluruh judul PKM, PMW dan PHBD Fakultas Pertanian yang lolos mulai tahun 2012-2016. Dengan disampaikannya judul dan dana yang pernah diraih oleh mahasiswa FP diharapkan dapat menarik minat mahasiswa baru sehingga pada tahun-tahun berikutnya Fakultas Pertanian dapat meloloskan lebih banyak proposal PKM, PMW maupun PHBD, “tutur keduanya yang juga pernah lolos proposal PKM dan PHBD Dikti”.

OTADAMA Fakultas Pertanian hari kedua dipusatkan di lingkungan Laboratorium Fakultas Pertanian, mahasiswa baru dikenalkan dengan laboratorium dan sekaligus membersihkan ruangan yang akan digunakan dalam praktikum mata kuliah yang akan diambilnya. Pada hari yang sama, Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (HIMAGRO) mengadakan KRS center di depan Lab. FP kegiatan ini bertujuan untuk membantu mahasiswa baru dalam memilih dan mengambil mata kuliah di Fakultas Pertanian. (ahm)

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TIDAR MERINTIS KERJASAMA DENGAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Malang – Fakultas Pertanian Universitas Tidar pada tanggal 17-19 Agustus 2016 melakukan serangkaian kunjungan ke Malang Jawa Timur.  Pada kunjungan tersebut peserta yang terdiri dari Dosen dan Tenaga Kependidikan berkunjung ke Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Dr. Agus Suprapto, S.P.,M.P. Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tidar yang juga merupakan Alumni S3 FP UB menyatakan bahwa maksud kunjungan saat ini adalah untuk menimba ilmu dari FP UB dalam pengelolaan Fakultas Pertanian.

Pada kesempatan yang sama peserta juga melakukan kunjungan di Balai Penelitian Jeruk dan buah Sub Tropika (BALITJESTRO), Balai Penelitian Tanaman Pemanis Dan Serat (BALITTAS) dan Balai Penelitian Kacang-Kacangan Dan Umbi (BALITKABI). Peserta Kunjungan yang bertema Rintisan Kerja Sama tersebut tiba di Malang Kamis, 18 Agustus 2016 dan langsung diterima di Balai Penelitian Jeruk dan buah Sub Tropika.

2-min-min

gb. 1 Balitjestro, Kota Batu Malang

20160818_122653-min

Gb 2. Pertemuan di FP Universitas Brawijaya

20160818_141243-min

Gb 3. Pertemuan di F. Peternakan Universitas Brawijaya

20160818_162535-min

Gb 4 Pertemuan dengan BALITTAS MALANG

Dekan Fakultas Pertanian Ir. Gembong Haryono, M.P. Mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan rintisan kerjasama Fakultas Pertanian dengan Balai Penelitian khususnya untuk menyediakan tempat PKL serta Penelitian dosen dan mahasiswa sehingga mahasiswa yang akan melaksanakan PKL dan skripsi tidak hanya terpusat di Jateng dan DIY.

Pada kunjungan hari ke-2 rombongan melakukan kunjungan ke Balai Penelitian aneka Kacang Dan Umbi. Selain mendapatkan berbagai informasi yang berkaitan dengan BALITKABI peserta juga mengunjungi laboratorium yang digunakan untuk mendukung penelitian. Laboratorium di Balai ini telah terakreditasi dari Badan Akreditasi Nasional serta telah berstandar ISO. (ahm)

Mahasiswa Fakultas Pertanian adakan Fieldtrip Ke PTPN IX dan Cimory OnThe Valley

Rabu, 3 Desember 2014, sebanyak 87 orang mahasiswa Fakultas Pertanian Untidar, didampingi oleh Dosen Pembimbing melaksanakan kegiatan FieldTrip ke PT Perkebunan Nusantara IX, dan Cimory On The Valley, Restaurant & Milk Factory.

Rombongan berangkat dari kampus Untidar pukul 07.30 WIB. Tempat yang pertama dituju adalah PT Perkebunan Nusantara IX (Persero).  PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) saat ini memiliki 2 Divisi. Pertama, Divisi Tanaman Tahunan yang membudidayakan dan menghasilkan produk- produk dari tanaman karet, kopi, kakao, dan teh. Kedua, Divisi Tanaman Semusim (Pabrik Gula) yang menghasilkan produk-produk dari tanaman tebu. Produk-produk PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) dipasarkan di pasar domestik maupun pasar luar negeri sebagian besar dalam bentuk bulk. PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) juga memproduksi dan memasarkan produk-produk hilir berupa teh kemasan, teh celup, serta gula pasir dan kopi bubuk dalam kemasan.

Dalam acara FieldTrip kali ini, Dosen dan Mahasiswa Faperta mengunjungi Pabrik Pengolahan Kopi milik PT Perkebunan Nusantara IX Banaran. Selama di sana dijelaskan mengenai proses pengolahan Kopi, baik melalui Wet Process maupun Dry Process. Juga diperlihatkan alat yang digunakan dalam proses pengolahan kopi, baik yang dijalankan oleh mesin maupun yang ditangani oleh manusia. Rombongan juga meninjau tempat penyimpanan kopi setelah panen.

Setelah kunjungan ke Pabrik Pengolahan Kopi, Rombongan mengunjungi Kebun Getas milik PTPN IX. Di sana melakukan peninjauan ke tempat pembibitan, penyambungan, belajar juga mengenai  proses pemotongan. Selanjutnya menuju ke lahan karet yang mau disadap termasuk belajar bagaimana teknik penyadapan. Dari pabrik pengolahan karet, rombongan bertolak menuju ke Cimory On The Valley, Restaurant & Milk Factory. Di sana diperlihatkan bermacam jenis sapi, juga belajar cara memerah sapi secara manual. Rombongan juga mengunjungi pabrik pengolahan susu sapi untuk diolah menjadi berbagai Dairy Product seperti yoghurt, keju, dsb.

Budi Sambodo salah seorang peserta acara FieldTrip ini mengatakan sangat terkesan dengan kunjungan ke PTPN IX dan Ke Cimory On The Valley, Restaurant & Milk Factory. Hal yang mengesankan saat mengunjungi PTPN IX adalah ketika tahu bahwa proses pengolahan Lateks ternyata sangat bergantung pada air.  Sementara itu hal yang paling membuatnya berkesan ketika mengunjungi Cimory On The Valley, Restaurant & Milk Factory adalah Zero Wish Concept, yaitu kebijakan yang selama ini menjadi komitmen Cimory untuk mengoptimalkan setiap langkah pengolahan agar berdaya guna. Sapi-sapi dirawat sebaik-baiknya agar bisa menghasilkan susu segar, sehingga menghasilkan dairy product yang juga  berkualitas. Kotoran sapi bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan berbagai tanaman baik sayur atau buah, yang hasilnya bisa digunakan di restorant yang dikelola. Komitmen yang ramah lingkungan dan patut diapresiasi.

Mahasiswa FAPERTA Lakukan Explorasi dan Pengenalan Tanaman Obat serta Penanaman Pohon Kopi di Desa Balesari

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian dan seluruh civitas akademika Fakultas Pertanian mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Desa Balesari, Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang. Desa Balesari adalah desa yang tanahnya sangat potensial untuk ditanami sayuran, tanaman pangan dan tanaman buah buahan. Desa balesari adalah pusat penghasil sayuran dengan mutu yang baik di wilayah Kabupaten Magelang.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat selain menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara mahasiswa Faperta Untidar, melatih mahasiswa untuk terjun dan bersosialisasi kepada masyarakat sekitar, memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang perbaikan lingkungan pertanian berkelanjutan dan konservasi lahan pertanian, memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang tanaman industri (kopi) yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Sasaran kegiatan ini adalah petani desa Balesari, Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang sejumlah 20 orang. Sedangkan sivitas akademika Faperta berjumlah 140 mahasiswa dan 10 orang dosen. “Selama di sini berbagai kegiatan dilakukan mulai dari bakti sosial, sarasehan, eksplorasi dan pengenalan tanaman obat, penyuluhan tentang penghijauan dan budidaya tanaman kopi, penanaman 10.000 batang bibit pohon kopi dan pohon tahunan, aksi terjun lapang ke lahan pertanian, training motivasi, outbond,  bazaar, dan bersih lingkungan”, tutur Ginanjar Tri Wahono Ketua Panitia Kegiatan. Kegiatan dilaksanakan 18 sd 20 September 2015. Bertema “Penghijauan Untuk Kembalikan Gemah Ripah Loh Jinawi Indonesia”. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan sebagai bentuk sinergi antara kampus dengan desa. Mahasiswa bisa menganalisis berbagai permasalahan yang dihadapi petani dan bisa membantu mencari solusi. Metode-metode terbarukan di bidang pertanian bisa juga disosialisasikan kepada para petani agar bisa terus menghasilkan produk yang berkualitas unggul sehingga bisa meningkat taraf hidup petani. Dekan Faperta Ir Gembong Haryono, M.P. mengatakan: “Saat ini mahasiswa dan dosen Faperta rutin mengadakan berbagai penelitian dan pengabdian masyarakat ke Desa Balesari yang merupakan Desa Binaan Untidar”.Ini sejalan dengan PIP Untidar yaitu kewirausahaan dan pembangunan perdesaan.

Entomolog Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu Berbagi Ilmu dalam Kuliah Umum FAPERTA UNTIDAR

Mengawali Semester Genap Tahun Akademik 2014/2015, Fakultas Pertanian Untidar (Faperta) mengadakan Kuliah Umum. Bertempat di Auditorium Universitas Tidar, acara ini diikuti oleh Dosen dan Mahasiswa Faperta. Juga dihadiri oleh alumni, Kepala SMK Pertanian se-wilayah Kedu dan Kepala beberapa instansi yang bekerjasama dengan Faperta Untidar. Kuliah umum adalah agenda rutin Fakultas Pertanian. Pada saat memulai semester gasal, mahasiswa Faperta mengikuti Kuliah Umum yang diadakan di tingkat Universitas, sedangkan di awal semester genap mahasiswa Faperta mengikuti kuliah umum yang diadakan oleh Fakultas. “Kuliah Umum seperti ini adalah rutinitas akademik yang akan selalu tumbuh dan dipupuk, sehingga bisa terus mengembangkan kompetensi mahasiswa Faperta” jelas Ir. Hadi Riyanto, M.Sc.Dekan Faperta. “Kuliah Umum ini juga bukti kesungguhan dari sivitas akademika Faperta untuk terus mengembangkan atmosfir akademik dalam rangka menghasilkan lulusan yang kompetitif”, tambah Hadi.
Pemateri Kuliah Umum kali ini adalah Entomolog dari Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Ir. Dwinardi Apriyanto, M.Sc. Adapun tema mengenai “Memahami Interaksi Serangga-Tumbuhan Untuk Pengelolaan Hama Tanaman Berkelanjutan.  Pengetahuan interaksi serangga dengan tanaman merupakan proses dan mekanisme yang rumit dan dinamis, yang dapat mempengaruhi keanekaragaman serangga dan tanaman dan kelimpahan serangga pada ekosistem pertanian. Proses dan mekanisme interaksi dapat dijadikan dasar dalam upaya mengelola serangga herbivor agar tidak outbreak (menjadi hama). Teknologi pengendalian hama berbasis mekanisme perilaku serangga dan sistem pertahanan tanaman/tumbuhan pada taraf tertentu sudah dimanfaatkan. Yang perlu difahami adalah bahwa serangga secara instrinsik genetik mampu melakukan counter adaptasi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari praktek pengelolaan hama tanaman. Oleh karena itu pengelolaan hama tanaman sebaiknya dimulai dengan merancang ekosistem yang memanfaatkan pengetahuan interaksi serangga-tumbuhan guna sedini mungkin membentuk ekosistem guna menghambat pertumbuhan populasi serangga hama. Pengelolaan hama tanaman dengan mengutamakan pengetahuan interaksi serangga-tumbuhan tidak boros energi, tidak menimbulkan kerusakan lingkungan dan akan lebih berkelanjutan. Demikian ringkasan materi yang disampaikan
Dalam kesempatan ini Dekan Faperta juga menyampaikan tentang komitmen untuk terus meningkatkan kualitas perkuliahan. Kendati kedepan Untidar akan mengalami perubahan jam kerja dari enam hari menjadi 5 hari, namun kegiatan praktikum tetap akan dilaksanakan sampai hari Sabtu. Kegiatan kuliah juga akan lebih intensif, dimulai pukul 07.00 WIB.