Dua Mahasiswa Fakultas Pertanian Kembali Meraih Dana Hibah Indofood Riset Nugraha 2020/2021

Magelang – Indofood Riset Nugraha (IRN) adalah salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) yang mulai digulirkan tahun 2006. Program kegiatannya berupa pemberian bantuan dana penelitian kepada para mahasiswa S-1 guna penyelesaian tugas akhir/skripsi. Melalui program ini Indofood memiliki akses untuk berdialog dengan dunia pendidikan tinggi dan mendorong dihasilkannya visi dan teknologi yang terbarukan di bidang pengolahan pangan melalui para peneliti muda di berbagai disiplin ilmu. Muara dari bantuan dana penelitian ini adalah juga mendukung program Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ketahanan pangan nasional melalui diversifikasi pangan berbasis komoditas lokal.

Gambar : Fakultas Pertanian Memberi Apresiasi Kepada 2 mahasiswa Fakultas Pertanian Peraih dana Riset IRN 2020 – 2021

Dua mahasiswa prodi Agroteknologi yang mengusulkan proposal riset yang telah lolos seleksi atas nama Mahdalina Mursilati dan Ringguh Puji Utami. Keduanya merupakan mahasiswa program studi S1 Agroteknologi angkatan 2017 dan angkatan 2016.

Mahdalina Mursilati merupakan salah satu mahasiswa aktif dalam program program kemahasiswaan di Fakultas Pertanian. Dalam Indofood Riset Nugraha mahdalina mengajukan sebuah proposal riset berjudul Tanggap Pertumbuhan Dan Kadar Inulin Umbi  Ganyong Putih (Canna edulis Kerr.) Terhadap Pemberian Dosis Pupuk Organik Cair dan MSG. Sementara itu Ringguh Puji Utami mengajukan proposal riset berjudul Respon Hasil Tanaman Gandum (Triticum aestivum, L.) VAR. Dewata 162 Terhadap Pemberian Macam dan Dosis Pupuk Kandang.

Dengan lolosnya 2 judul riset tersebut maka saat ini Fakultas Pertanian Universitas Tidar berhasil meraih dana riset dari Indofood Riset Nugraha dalam 2 tahun berturut-turut. Pada tahun 2019/2020 lalu, Amalia Sasanti juga telah berhasil meraih dana riset dari indoofood. Raihan tersebut tentunya tidak terlepas dari bimbingan Dosen Dosen  di Fakultas Pertanian yang selalu berkomitmen untuk dapat memajukan kualitas riset sehingga dapat berkontribusi di bidang pertanian nasional. (Ahm/MK, 2020)

 

DATA PENERIMA DANA RISET INDOFOOD RISET NUGRAHA 2020 – 2021

UNDUH DISINI 

 

Fakultas Pertanian Kembali Meraih PKM-GFK 2020 BELMAWA KEMENDIKBUD-DIKTI

Magelang – Fakultas Pertanian Universitas Tidar kembali meraih pendanaan Program Kreatifitas Mahasiswa Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM GFK) dari Belmawa Kemendikbud Dikti Republik Indonesia. Tim PKM GFK Fakultas Pertanian terdiri dari 3 mahasiswa angkatan 2018. Mahasiswa tersebut yaitu Nur Ani Suci Lestari (Ketua), Fiki Sa’adiati (Anggota) dan Ganesha Ucha Faradhita (Anggota). Ketiganya merupakan mahasiswa penggagas ide PKM GFK yang berjudul Pemanfaatan Feses Sapi Pedaging Sebagai POC Dengan Saccharomyces cerivisiae di Genito, Magelang. Dalam merealisasikan idenya mahasiswa tersebut dibimbing langsung oleh Nurul Anindyawati, S.P., M.Sc., Dosen Program Studi S1 Agroteknologi Fakultas Pertanian. Selain itu, Tim PKM GFK juga berada di bawah koordinasi dan bimbingan Gugus Kemahasiswaan Fakultas Pertanian.

Lokasi PKM GFK Fakultas Pertanian berada di Desa Genito Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang. Lokasi tersebut dipilih kerena dinilai tepat dan mempunyai potensi yang dapat dikembangkan. Desa Genito sendiri terletak di lereng gunung sumbing dengan luas sekitar 423,077 ha. Desa tersebut berada di bagian barat laut Kabupaten Magelang. Desa Genito mempunyai potensi yang cukup besar untuk dapat dikembangkan sebagai daerah penghasil pupuk organik cair (POC). Karena di desa tersebut banyak terdapat peternak sapi yang cukup banyak menghasilkan feses sebagai bahan utama pembuatan POC.

Video PKM GFK : Pemanfaatan Feses Sapi Pedaging Sebagai Pupuk Organik Cair

PKM GFK Fakultas Pertanian mempunyai gagasan tentang pemanfaatan feses sapi menjadi pupuk organik cair dengan menggunakan mikrobia Saccharomyces cerivisiae. Mikrobia tersebut dapat membantu proses dokomposisi feses sapi menjadi POC.  Mikrobia Saccharomyces cerivisiae dapat menjadi bioaktifator sehingga feses akan lebih cepat menjadi POC yang mempunyai nilai ekonomis tinggi.

Dengan adanya Program Kreatifitas Mahasiswa Gagasan Futuristik Konstruktif  di Desa Genito ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dari penjualan pupuk organik cair sehingga pendapatan masyarakat dapat meningkat. (Ahm, 2020)

Amalia Sasanti Selesaikan Riset Tanaman Kelor Program Indofood Riset Nugraha 2020

Amalia Sasanti mahasiswa berprestasi Fakultas Pertanian telah menyelesaikan Riset tentang tanaman kelor. Peraih dana Riset dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. tersebut melakukan penelitian di kebun KP3 Bandongan pada bulan September 2019 sampai Desember 2020.

Gambar 1 : Penelitian Tanaman Kelor di Kebun KP3 Bandongan

Latar berlakang dipilihnya tanaman kelor karena saat ini permintaan kelor semakin meningkat, hal tersebut seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap manfaat kelor sebagai tanaman pangan dan obat. Masalah fundamental dalam budidaya kelor adalah pada aspek pembibitannya. Pembibitan tanaman kelor perlu dipacu dengan hormon pertumbuhan yang dapat diperoleh pada urine sapi. Efektivitas urine sapi dapat diketahui dari lama perendaman dan konsentrasi yang diberikan terhadap benih kelor. Jenis tanaman kelor yang dipakai dalam riset ini adalah benih kelor yang berasal dari Madura Jawa Timur dan Kabupaten Muna Sulawasi Tenggara.

Gambar 2 : Audit tahap 1 Indofood Riset Nugraha di Novotel Hotel Surabaya

Setelah menyelesaikan riset kebun KP3 Bandongan Amalia kembali mengikuti serangkaian acara yang disusun oleh pihak Indofood, acara tersebut salah satunya Audit tahap 1. Audit tersebut dilaksanakan pada 22 – 23 Januari 2020 di Novotel Hotel Surabaya. Audit tersebut dihadiri oleh Dewan Pakar Riset Indofood Riset Nugraha. Dalam Audit tahap 1 tersebut Amalia memaparkan hasil riset yang telah dilakukan, penggunaan dana serta pengembangan riset yang dapat dilakukan serta rencana publikasi ilmiah yang akan dilakukan. (Ahm, 2020)

PKM-Penelitian : MANFAATKAN EXOTIC SEBAGAI NUTRISI BAKTERI BAIK

Produk kacang tanah mulai dari kacang kulit sampai kacang rebus menjadi trend kaum millenial saat ini. Namun, kulit kacang tanah seringkali dibuang dan tidak termanfaatkan. Padahal, limbah kulit kacang tanah ini memiliki segudang potensi untuk dikembangkan.

Fenomena tersebut yang mendorong sejumlah mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tidar tergerak untuk memanfaatkan limbah kulit kacang tanah yang melimpah. Suwasdi (Agroteknologi 2016), Mahdalina Mursilati (Agroteknologi 2017) dan Surya Bagus Purnomo (Peternakan 2018) yang tergabung dalam tim EXOTIC berinisiatif membuat inovasi dalam pemanfaatan limbah kulit kacang tanahmenjadi Extraordinary Peanut Shells Prebiotic. Penelitian dilakukan dengan arahan Monica Sonia Indri Pradipta,S.Pt.,M.Sc selaku dosen pembimbing.

Penelitian mereka berhasil lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Penelitian dan didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) tahun 2019. Penelitian yang dilakukan berfokus pada pengujian kandidat prebiotik limbah kulit kacang tanah untuk media pertumbuhan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus.

“Alasan kami memilih topik limbah kulit kacang ini karena konsumsi kacang tanah  masyarakat yang tinggi akan menghasilkan limbah kulit kacang melimpah yang dibuang begitu saja. Ini akan mengganggu estetika lingkungan dan berpotensi menjadi pencemar yang merugikan,” ujar Suwasdi selaku ketua tim penelitian EXOTIC.

Suwasdi menjelaskan pemanfaatan limbah kulit kacang tanah masih terbatas pada campuran pakan ternak dan sebagian sebagai bahan adsorben. Dikalangan petani, limbah kulit kacang tanah biasanya ditinggalkan dilahan, dibuang atau dibakar yang berpotensi menjadi polusi.Padahal, kandungan serat yang tinggi dapat dimanfaatkan menjadi produk lain, salah satunya kandidat prebiotik. Prebiotik dipilih karena serat selulosa kulit kacang tanah yang tinggi memenuhi salah satu syarat kandidat prebiotik. Prebiotik digunakan pada industri produk fermentasi dalam jumlah banyak. Prebiotik yangdigunakan adalah inulin tetapiketersediaanyaterbatas dan relatif mahal di pasaran.

“Hasil penelitian kami semoga dapat menjadi starter dalam pengembangan produk prebiotik dan sekaligus dapat membantu petani kacang tanah didalam memanfaatkan sisa hasil panennya secara optimal”, tambahnya.

Kedepannya, diharapkan penelitian dapat dikembangkan pada bakteri baik lainnya dan diuji coba dalam proses fermentasi makanan sehingga diperoleh hasil pengujian yang lengkap dan terstandar. (Suwasdi, dkk/ Ahm)