Amalia Sasanti Selesaikan Riset Tanaman Kelor Program Indofood Riset Nugraha 2020

Amalia Sasanti mahasiswa berprestasi Fakultas Pertanian telah menyelesaikan Riset tentang tanaman kelor. Peraih dana Riset dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. tersebut melakukan penelitian di kebun KP3 Bandongan pada bulan September 2019 sampai Desember 2020.

Gambar 1 : Penelitian Tanaman Kelor di Kebun KP3 Bandongan

Latar berlakang dipilihnya tanaman kelor karena saat ini permintaan kelor semakin meningkat, hal tersebut seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap manfaat kelor sebagai tanaman pangan dan obat. Masalah fundamental dalam budidaya kelor adalah pada aspek pembibitannya. Pembibitan tanaman kelor perlu dipacu dengan hormon pertumbuhan yang dapat diperoleh pada urine sapi. Efektivitas urine sapi dapat diketahui dari lama perendaman dan konsentrasi yang diberikan terhadap benih kelor. Jenis tanaman kelor yang dipakai dalam riset ini adalah benih kelor yang berasal dari Madura Jawa Timur dan Kabupaten Muna Sulawasi Tenggara.

Gambar 2 : Audit tahap 1 Indofood Riset Nugraha di Novotel Hotel Surabaya

Setelah menyelesaikan riset kebun KP3 Bandongan Amalia kembali mengikuti serangkaian acara yang disusun oleh pihak Indofood, acara tersebut salah satunya Audit tahap 1. Audit tersebut dilaksanakan pada 22 – 23 Januari 2020 di Novotel Hotel Surabaya. Audit tersebut dihadiri oleh Dewan Pakar Riset Indofood Riset Nugraha. Dalam Audit tahap 1 tersebut Amalia memaparkan hasil riset yang telah dilakukan, penggunaan dana serta pengembangan riset yang dapat dilakukan serta rencana publikasi ilmiah yang akan dilakukan. (Ahm, 2020)

PKM-Penelitian : MANFAATKAN EXOTIC SEBAGAI NUTRISI BAKTERI BAIK

Produk kacang tanah mulai dari kacang kulit sampai kacang rebus menjadi trend kaum millenial saat ini. Namun, kulit kacang tanah seringkali dibuang dan tidak termanfaatkan. Padahal, limbah kulit kacang tanah ini memiliki segudang potensi untuk dikembangkan.

Fenomena tersebut yang mendorong sejumlah mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tidar tergerak untuk memanfaatkan limbah kulit kacang tanah yang melimpah. Suwasdi (Agroteknologi 2016), Mahdalina Mursilati (Agroteknologi 2017) dan Surya Bagus Purnomo (Peternakan 2018) yang tergabung dalam tim EXOTIC berinisiatif membuat inovasi dalam pemanfaatan limbah kulit kacang tanahmenjadi Extraordinary Peanut Shells Prebiotic. Penelitian dilakukan dengan arahan Monica Sonia Indri Pradipta,S.Pt.,M.Sc selaku dosen pembimbing.

Penelitian mereka berhasil lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Penelitian dan didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) tahun 2019. Penelitian yang dilakukan berfokus pada pengujian kandidat prebiotik limbah kulit kacang tanah untuk media pertumbuhan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus.

“Alasan kami memilih topik limbah kulit kacang ini karena konsumsi kacang tanah  masyarakat yang tinggi akan menghasilkan limbah kulit kacang melimpah yang dibuang begitu saja. Ini akan mengganggu estetika lingkungan dan berpotensi menjadi pencemar yang merugikan,” ujar Suwasdi selaku ketua tim penelitian EXOTIC.

Suwasdi menjelaskan pemanfaatan limbah kulit kacang tanah masih terbatas pada campuran pakan ternak dan sebagian sebagai bahan adsorben. Dikalangan petani, limbah kulit kacang tanah biasanya ditinggalkan dilahan, dibuang atau dibakar yang berpotensi menjadi polusi.Padahal, kandungan serat yang tinggi dapat dimanfaatkan menjadi produk lain, salah satunya kandidat prebiotik. Prebiotik dipilih karena serat selulosa kulit kacang tanah yang tinggi memenuhi salah satu syarat kandidat prebiotik. Prebiotik digunakan pada industri produk fermentasi dalam jumlah banyak. Prebiotik yangdigunakan adalah inulin tetapiketersediaanyaterbatas dan relatif mahal di pasaran.

“Hasil penelitian kami semoga dapat menjadi starter dalam pengembangan produk prebiotik dan sekaligus dapat membantu petani kacang tanah didalam memanfaatkan sisa hasil panennya secara optimal”, tambahnya.

Kedepannya, diharapkan penelitian dapat dikembangkan pada bakteri baik lainnya dan diuji coba dalam proses fermentasi makanan sehingga diperoleh hasil pengujian yang lengkap dan terstandar. (Suwasdi, dkk/ Ahm)