Mahasiswa Akuakultur Hadiri Rakornas HIMAPIKANI dan Audiensi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

Jakarta – Mahasiswa Akuakultur Untidar menghadiri Acara Seminar Nasional dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang dilaksanakan pada 25 – 29 November 2019 di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta. Pada hari pertama delegasi akuakultur Untidar sampai di Jakarta dan langsung mengikuti Seminar Nasional. Seminar ini menghadirkan 3 narasumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, termasuk Menteri Kelautan dan Perikanan, namun beliau berhalangan hadir dan diwakilkan salah satu staffnya. Dalam Seminar Nasional tersebut membahas tentang isu isu penting bidang perikanan di Indonesia yang wajib dikembangkan berdasarkan kewirausahaan.

Pada hari berikutnya acara dilanjut dengan acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas). Rakornas dilaksanakan selama 4 hari. Tema besar dalam Rakornas tahun ini adalah membahas tentang rencana kerja Himapikani dan evaluasi program kerja  yang telah dilakukan.

Pada 29 November 2019, acara dilanjutkan dengan  Audiensi dengan Menteri Kelautan dan Ilmu Perikanan, Edhy Prabowo, M.M., M.B.A., bersama dengan Direktur Jendral Perikanan Budidaya, Dr. Ir.. Slamet Soebjakto, M.Si, dan Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Ir. R. Sjarief Widjaja, Ph.D, FRINA. Audiensi tersebut dilaksanakan di Gedung Mina Bahari (GMB) IV di Kementrian Kelautan Perikanan, Jakarta Pusat. Acara berlangsung sekitar 2 jam, dalam audiensi tersebut, Menteri Edhy Prabowo menyampaikan bahwa pentingnya mahasiswa perikanan saat ini untuk mengedepankan kewirausahaan serta dapat membangun perikanan di Indonesia. Pak Menteri berpesan “Yakinlah kalian di posisi yang benar, jalan yang benar, di rel yang tepat. Manfaatkan waktu kalian, jaga integritas kalian sebagai mahasiswa perikanan. Jangan sudah capek-capek jadi mahasiswa perikanan, kemudian berubah haluan karena mentok” . Banyak pengusaha yang memulai dari nol dan sekarang omzetnya sudah miliaran. Bahkan ada yang awalnya hanya menerima bantuan kapal kecil dari KKP. Tinggal sekarang apakah kalian harus tertantang. Percayalah, kerja keras biasanya awalan saja, begitu sudah matang, sudah jalan industri kalian, jalannya akan lebih mudah, jadi mulailah dari sekarang, tambah Menteri Edhy.

Mahasiswa Akuakultur berfoto bersama dengan Edhy Prabowo, M.M., M.B.A Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

Mahasiswa yang tergabung dalam Himapikani berasal dari mahasiswa perikanan se-Indonesia dengan bermacam-macam pengetahuan serta pengalaman tentang perikanan di daerah masing-masing. Oleh karena itu, Menteri KKP mengapresiasi adanya kegiatan Rakornas Himapikani dan acara audiensi ini karena mahasiswa dapat bertemu langsung dengan menteri dan memberikan pertanyaan-pertanyaan maupun memberikan masukan tentang kondisi perikanan di daerah masing-masing. Acara tersebut berlangsung lancar dan diakhiri dengan foto bersama. (Himakua/Ahm, 2019)

Mengoptimalkan Potensi Perikanan di Pesisir Laut Utara HIMAPIKANI WILAYAH III melakukan Ekspedisi Pesisir

Tegal, Kota dan Kabupaten Tegal merupakan daerah yang di kenal akan industri maritimnya dan keberhasilan dari industri tersebut membutuhkan tenaga, aksi dan trobosan-trobosan baru seperti modernisasi sistem produksi hulu dan hilir, penguatan pelaku industri perikanan, berbasis komoditas, sistem manajemen serta berkelanjutan. Terkait hal itu, dibutuhkan sinergitas dari pemerintah, swasta maupun masyarakat, termasuk dunia pendidikan.
Kegiatan Ekspedisi Pesisir terselanggarakan untuk pertama kalinya oleh HIMAPIKANI WILAYAH III yang berlangsung dengan lancar dari 2 – 5 Agustus 2019, dengan dihadiri 70 Mahasiswa Perikanan Jawa Tengah & D.I.Y. Termasuk Lembaga Kemahasiswaan Perikanan (LKP) Program Studi Akuakultur Universitas Tidar. Kegiatan Ekspedisi Pesisir diawali sambutan oleh Koordinator Himapikani Wilayah III (Falih Nasrullah) dan Dekan FPIK UPS (Dr. Ir. Sutaman M.Si).
Konsep Acara Ekspedisi Pesisir Himapikani Wilayah III yaitu Mahasiswa akan melakukan riset/ terjun lapangan dan terbagi menjadi 3 tempat usaha perikanan, yaitu tembak udang, rumah pengolahan, serta pelabuhan. Guna mengeksploitasi seluk beluk usaha perikanan. Dari mulai tata cara melakukan usaha perikanan tersebut hingga permasalah yang ada di sektor usaha perikanan
tersebut Serta dapat memberikan gagasan dan strategi dalam penyelesaian permasalahan di sektor budidaya, penangkapan, dan pengolahan dalam bidang perikanan dengan tujuan mewujudkan Perikanan yang berkelanjutan di era industri 4.0.
Revolusi industri generasi ke empat atau kita kenal dengan revolusi industri 4.0 berciri kreativitas, leadership, dan enterpreneurship. Mendobrak “mendset” cara bekerha revolusi industri sebelumnya. Industri perikanan Indonesia yang secara data telah menunjukan angka perkembangan yang positif walaupun belum mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional, padahal dengan potensi sumberdaya perikanan yang melimpah seharusnya sektor perikanan mampu menjadi sektor andalan. Dengan berciri efesiensj dalam komunikasi dan transportasi serta mengarahkan masyarakat untuk memecahkan masalah dengan sistem”one stop shopping” atau “one stop solution” diperlukan atmosfir dunia usaha yang lepas dari lilitan dan hambatan birokrasi dan itu tidak hanya soal cara bekerja tapi juga mengalitas pegawai dan tenaga kerjanya. (Himakua, 2019)

Akuakultur Bagi-bagi Berkah Ramadhan

 

MAGELANG – Kegiatan Akuakutur Bagi-bagi Berkah Ramadhan (AKBAR) pada Jumat, 17 Mei 2019. Kegiatan pada bulan suci ini diikuti oleh belasan mahasiswa Akuakultur di kawasan Universitas Tidar.
Kegiatan AKBAR dilakukan pada sore hari menjelang buka puasa dengan membagikan bingkisan makanan kepada masyarakat sekitar Untidar. Kegiatan ini bertujuan untuk membagi rezeki kepada sesama. Diharapkan dari kegiatan AKBAR dapat memberi kesan positif. ( Himakua, 2019)

Sidang Istimewa Peresmian Himpunan Mahasiswa Akuakultur Universitas Tidar

Ormawa merupakan organisasi kemahasiswaan yang di bentuk di tingkat mahasiswa dengan tujuan untuk mengembangkan softskills, minat, bakat dan potensi mahasiswa. Salah satu bentuk organisasi mahasiswa adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Masing-masing ormawa memiliki peran penting yang berbeda. BEM sebagai lembaga eksekutif di tingkat fakultas, DPM sebagai lembaga legislatif di tingkat fakultas, sedangkan HMJ sebagai pelaksana kegiatan kemahasiswaan di tingkat jurusan dan progam studi masing-masing.
Pada hari Sabtu, 23 Maret 2019 merupakan hari yang istimewa bagi keluarga mahasiwa akuakultur karena telah diresmikannya Himpunan Mahasiswa Akuakultur (HIMAKUA) melalui sidang istimewa Fakultas Pertanian. Acara peresmian dilangsungkan di gedung L2.02. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Himpunan Mahasiswa, dilanjutkan dengan sambutan dan pesan-pesan dari setiap perwakilan organisasi mahasiswa.
Puncak acara adalah dengan pengetokan palu oleh pimpinan sidang istimewa. Kemudian dilanjutkan dengan pengesahan secara simbolis oleh DPM Fakultas Pertanian. Diharapkan HIMAKUA menjadi himpunan yang amanah dalam menjalankan tugas dan dapat memajukan Akuakultur maupun Fakultas pertanian. (Himakua, 2019)

Mahasiswa Akuakultur UNTIDAR turut berpartisipasi dalam kegiatan restocking ikan oleh Disperpa Magelang-DKP pada Hari Air Sedunia di Kali Bening

MAGELANG – Mahasiswa Akuakultur UNTIDAR turut berpartisipasi dalam acara tebar benih (restocking) yang diadakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah dalam rangka memperingati hari Air Sedunia di aliran Sungai Bening Kota Magelang Selatan pada hari Minggu, 24 Maret 2019.
Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di perairan umum Kota Magelang dengan melibatkan seluruh kalangan masyarakat dan pihak tertentu yang terkait.
Tema yang restocking tahun ini adalah Water for All, Leaving No One Behind. “Mempunyai arti bahwa semua orang mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan akses air bersih, tidak mengecualikan siapapun, sebab air merupakan bagian dari persyaratan standar hidup yang memadai; untuk kesehatan dan kesejahteraan manusia,” penjelasan Kabid Peternakan dan Perikanan Disperpa, Hadiono.
50.000 (lima puluh ribu ekor) benih ikan ditebar di aliran Sungai Bening dengan komoditas ikan nila hitam dan ikan nilem. Kedua ikan tersebut merupakan ikan lokal yang dapat berkembang baik di kondisi perairan Kota Magelang.Kegiatan ini bertujuan untuk menyeimbangkan ekosistem perairan sungai dengan menambah populasi ikan yang merupakan habitat sumber daya perikanan. (Himakua, 2019)