Fakultas Pertanian Me-Launching Jurnal Vigor Vol.1 No.1 Guna Tingkatkan Kualitas Publikasi

Magelang – Civitas Akademika Fakultas Pertanian Untidar patut berbangga, setelah 2 tahun Universitas Tidar resmi menjadi universitas negeri, Fakultas Pertanian mampu menerbitkan jurnal ilmiah/jurnal vigor. Fakultas Pertanian me-launching jurnal volume 1 dengan judul  “Jurnal Ilmu Pertanian Tropika dan Subtropika” yang terbit pada tanggal 15 September 2016. Dengan terbitnya jurnal ini diharapkan karya tulis ilmiah mahasiswa dan dosen Fakultas Pertanian dapat dipublikasikan, sehingga dapat menambah referensi dan pengetahuan di bidang pertanian. Jurnal ilmiah ini merupakan kumpulan delapan judul penelitian mahasiswa dan dosen Fakultas Pertanian. Publikasi ilmiah penting dilakukan oleh perguruan tinggi. Hal tersebut karena dengan publikasi, mahasiswa dan dosen dituntut untuk memberikan hasil penelitian yang bermutu dan bermanfaat khususnya bagi dunia pertanian. Direncanakan Jurnal vigor di Fakultas Pertanian Universitas Tidar akan terbit (2) dua kali dalam setahun sehingga hasil penelitian dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Jurnal vigor vol. 01 No. 1 berisikan delapan hasil penelitian dengan judul :

  1. Produktivitas Caisim (Brassica juncea,) Akibat Pengolahan Tanah Dan Frekuensi Penanaman
  2. Pengaruh Macam Auksin Pada Pembibitan Beberapa Varietas Tanaman Jati (Tectonagrandis,)
  3. Pengaruh Umur Bibit Pindah Tanam Dan Macam Pupuk Daun Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil TanamanTerong (Solanummelongena,) Varitas Antaboga 1
  4. Upaya Peningkatan Kuantitas Daun Murbei (Morusalba) Dengan Macam Pupuk Nitrogen Dan Tinggi Pemangkasan
  5. Pemberdayaan Kelompok Tani Melalui Pasar Lelang Sebagai Solusi Mewujudkan Kedinamisan Kesejahteraan Petani
  6. Pengaruh Macam Lanjaran Dan Mulsa Pada Hasil Mentimun Var. Oris (Cucumis sativus, L.)
  7. Respon Macam Pupuk Organik Dan Macam Mulsa TerhadapHasil Tanaman Sawi Caisim (Brassica juncea, L.) Tosakan
  8. Pengaruh Waktu Pemupukan Phonska Dan Jumlah Buah Per Tanaman Terhadap Hasil Tanaman Melon (Cucumismelo,) Var. Glamour

Jurnal Ilmu Pertanian Tropika dan Subtropika memiliki susunan dewan redaksi sebagai berikut penanggung jawab Ir. Gembong Haryono, M.P., Ketua dewan redaksi Dr. Agus Suprapto, S.P., M.P.,  anggota dewan redaksi Ir. Murti Astiningrum, M.P., Ir.Historiawati, M.P., Ir.Yulia Eko Susilowati, M.P., Ir.Hadi Rianto, M.Sc., Ir.Tujiyanta, M.P., Ir.Rahayu Sarwitri, M.P., redaksi ahli yaitu Prof. Ir. Ali Munawar, Ph.D., mitra bestari yaitu Dr. Ir. Zaenal Arifin, M.S. dan sekretaris redaksi Agus Mujiaman, Hony Kharisma Sejati, S.P. dan Agung Sudi Herminto. Lounching Jurnal Vigor Vol.1 ini diharapkan mampu menjadi awal yang baik bagi publikasi ilmiah di Fakultas Pertanian Universitas Tidar. (Hks/Ahm/Mrl)

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN SIAP CETAK MAHASISWA MENJADI PENELITI DI BIDANG BUDIDAYA TANAMAN

Magelang – Fakultas Pertanian Universitas Tidar selalu mendorong dosen maupun mahasiswanya untuk dapat menjadi peneliti  di bidang pertanian.  Visi Fakultas Pertanian  yang unggul dalam meluluskan sarjana pertanian yang berbasis kewirausahaan, serta Point ke 2 misi Fakultas Pertanian untuk melaksanakan pengkajian dan penelitian dibidang Pertanian menjadi dasar untuk dapat menciptkan inovasi dibidang budidaya tanaman. Selain penelitian dosen yang telah dilakukan setiap tahun, program studi Agroteknologi juga mewajibkan mahasiswa untuk melaksanakan penelitian di bidang budidaya tanaman sebagai tugas akhir atau skripsi.

Penelitian tersebut dapat dilaksanakan oleh mahasiswa jika telah menempuh 100 sks. Penelitian Mahasiswa dikoordinir oleh komisi sarjana Fakultas Pertanian yang terdiri dari Dekan, Wakil Dekan Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, Ketua Jurusan, Sekretaris jurusan serta dosen mata kuliah bahasa Inggris. Komisi sarjana fakultas mengkoordinir mulai dari pengajuan judul, penentuan pembimbing, serta penentuan penguji.

Diharapkan dengan penelitian mahasiswa dapat menganalisis lingkungan pertanian, sehingga  hasil panen/produksinya maksimal. Fasokha Nurbaiti mahasiswa semester 7 Fakultas Pertanian mengatakan bahwa penelitian merupakan sarana untuk dapat meningkatkan kemampuan dalam menganalisis lingkungan, sehingga kita dapat mengetahui perlakuan penanaman apa yang dapat memberikan hasil optimal.

IMG_20170106_164942-min

Gb. Penelitian pengaruh jarak tanam dan macam mulsa pada hasil tanaman kedelai 

Berkaitan dengan hal tersebut Arif rifai mahasiswa yang baru melaksanakan penelitian, mengatakan penelitian yang dia laksanakan tentang  tanaman strowberry, dalam penelitian ini arif ingin mengetahui pertumbuhan serta hasil yang terbaik pada perlakuan macam media serta pemberian urin kelinci terhadap tanaman strowberry. (Ahm/Mrl)

P61025-093801(1)

P61025-093735

Gb. Penelitian pengaruh macam media dan pemberian urine kelinci terhadap pertumbuhan tanaman strowberry

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TIDAR SEGERA BUKA PROGRAM STUDI S1 PETERNAKAN

Magelang – Proses panjang  pengajuan program studi S1 Peternakan Fakultas Pertanian UNTIDAR saat ini telah memasuki babak baru. Berawal dari pembentukan TIM Penyusun, observasi, studi banding,  penyusunan proposal, pengajuan proposal serta revisi proposal. Akhirnya tepat pada malam pergantian tahun baru 2017 Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Gembong Haryono, M.P.  lewat akun grup WA Fakultas Pertanian menyampaikan kabar tersebut. Lewat pesan singkat tersebut Ir. Gembong menyampaikan bahwa Program Studi S1 Peternakan sudah diterima KEMENRISTEK DIKTI, Semoga tahun ajaran baru 2017/2018 sudah dapat menerima mahasiswa baru.

Kabar tersebut spontan menjadi viral dikalangan keluarga besar Fakultas Pertanian. Dalam akun yang sama, Wakil Rektor 1 Universitas Tidar, Prof. Ali Munawar, M.Sc., Ph.D. mengucapkan “Selamat kepada tim dan keluarga besar Fakultas Pertanian atas disetujuinya Program Studi S1 Peternakan Untidar. Semoga menjadi hadiah manis dan menjadi berkah di pergantian tahun baru 2017”.

Berkaitan dengan hal tersebut, saat ini Fakultas Pertanian terus melakukan persiapan guna menyiapkan program studi S1 Peternakan. Persiapan yang dilakukan meliputi beberapa aspek, di antaranya pengecekan serta inventaris  alat dan ruang laboratorium. Laboratorium merupakan syarat wajib sebagai sarana penunjang perkuliahan. Dekan Fakultas Pertanian menyatakan bahwa jika program studi S1 Peternakan sudah diperbolehkan untuk menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran 2017/2018 maka untuk proses perkuliahan tidak menjadi masalah, karena saat ini Universitas Tidar memiliki ruang kuliah yang memadai, namun untuk Laboratorium harus kita siapkan sejak sekarang karena hal tersebut berkaitan dengan berbagai alat serta bahan pendukung praktikum.

Pembukaan program studi baru saat ini menjadi priotas Fakultas Pertanian, selain Program Studi S1 Peternakan yang telah disetujui oleh KEMENRISTEK DIKTI, Fakultas Pertanian juga mengajukan Program studi D3 Pengobatan Tradisional Indonesia, Program studi tersebut saat ini memasuki tahap perbaikan atau revisi proposal. Direncanakan tahun ini Fakultas Pertanian akan kembali mengajukan 3 Program Studi baru yaitu Program Studi S1 Perikanan, Program Studi S1  Teknologi Hasil Pertanian dan Program Studi S1 Agrobisnis. (Ahm/Mrl)

FAKULTAS PERTANIAN BANGUN KEBUN PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN (KP3) GUNA MENDUKUNG PELAKSANAAN TRIDARMA PERGURUAN TINGGI

Magelang – Fakultas Pertanian Universitas Tidar dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan eksistensinya. Beberapa progam unggulan telah dilaksanakan guna meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Baru-baru ini Fakultas Pertanian meluncurkan program pembangunan Kebun Pendidikan dan Pengembangan Pertanian di lahan Kampus Bandongan yang terletak di Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. Hony Kharisma Sejati, S.P. selaku kepala kebun serta pelaksana dalam pengembangan KP3 menuturkan bahwa program ini merupakan program fenomenal Dekan Fakultas Pertanian, diharapkan beberapa tahun ke depan Fakultas Pertanian telah mampu memproduksi bibit tanaman buah yang berkualitas serta mempunyai kebun produksi yang dapat dijadikan ikon Fakultas Pertanian Universitas Tidar.

IMG_20161229_084703-min

       Gb. 1 Tanaman Induk Durian Varitas Sitokong   

IMG_20161229_083514-min

 Gb. 2 Pemeliharaan Rutin  pada tanaman di Kebun KP3

 Pada hakekatnya pendidikan tinggi, khususnya Fakultas Pertanian Universitas Tidar tidak ketinggalan untuk mengembangkan kemampuan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan tridharma: (1) pendidikan dengan cara mengajarkan, menyebarluaskan, dan menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan nilai-nilai luhur untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat; (2) penelitian untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni serta memperkaya budaya untuk memperkuat daya saing dan jati diri bangsa, dan (3) pengabdian kepada masyarakat yang dapat membantu untuk berwirausaha dibidang pengembangan bibit buah-buahan.

Visi Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian yang unggul dalam meluluskan sarjana pertanian yang berbasis kewirausahaan.  Misi (1) Menyelenggarakan pendidikan/pengajaran dibidang Agroteknologi yang berwawasan kewirausahaan, (2) Melaksanakan pengkajian dan penelitian dibidang Agroteknologi, (3)Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dibidang pertanian yang berwawasan kewirausahaan, (4) Melaksanakan tata kelola yang efektif dan efisien. Untuk mendukung visi dan misi faperta, diperlukan suatu sarana penunjang pendidikan dan pengembangan pertanian. Fakultas pertanian Universitas Tidar memiliki lahan seluas 5,8 ha yang akan dikembangkan menjadi kebun tanaman induk hortikultura yang dapat memperbanyak bibit yang bersertifikasi dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih. Kebun tersebut menangkarkan berbagai pohon induk tanaman hortikultura, terutama tanaman lokal asli Indonesia. Kebun tanaman induk hortikultura ini akan digunakan sebagai sarana pendidikan, penelitian, pengabdian dan pengembangan wirausaha. Sebagai sarana pendidikan, kebun tanaman induk merupakan sarana untuk memperluas pengetahuan mahasiswa mengenai jenis-jenis tanaman, morfologi dan budidaya tanaman sebagai pendukung materi kuliah. Sebagai sarana penelitian, kebun tanaman induk merupakan tempat mengembangkan teknologi dan inovasi di bidang pertanian. Sebagai sarana pengabdian, kebun tanaman induk mampu memberdayakan masyarakat dalam pengembangan tanaman hortikultura. Sebagai sarana pengembangan wirausaha, kebun tanaman induk membantu masyarakat untuk mendapatkan bahan tanam dari tanaman induk yang bersertifikasi guna pengembangan wirausaha masyarakat serta wirausaha mahasiswa. Kebun tanaman induk bersertifikat ini diharapkan mampu menjalankan fungsinya sebagai Kebun Pendidikan dan Pengembangan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Tidar. (Hks/Ahm/Mrl)

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI MELAKUKAN EVALUASI PROKER 2016 DAN PEMATANGAN PROGRAM KERJA TAHUN 2017

Magelang – Sabtu (17/12) Fakultas Pertanian laksanakan FGD di Hotel Safira Magelang, Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kinerja Program Studi Agroteknologi pada tahun 2016. Evaluasi program kerja dimulai dengan pemaparan Wakil Dekan II mengenai program kerja yang telah dilaksanakan di antaranya Seminar nasional dan Pertemuan orang Tua/Wali Mahasiswa. Kegiatan Seminar Nasional yang telah dilaksanaan tersebut bertema “Sumberdaya lokal”. Seminar tersebut menjadi kegiatan rutin setiap tahun yang dilaksanakan Program Studi Agroteknologi, tetapi kegiatan Pertemuan orang tua wali mahasiswa merupakan kegiatan yang ikut di evaluasi pada rapat kali ini. Kegiatan tersebut dievaluasi mengenai manfaat yang didapat serta sasarannya. Untuk itu, pada rapat evaluasi program kerja dan pematangan program kerja 2016 ini, kegiatan pertemuan orang tua wali menjadi catatan apakah akan menjadi kegiatan rutin setiap tahun atau akan diganti dengan kegiatan lain.

Program Studi Agroteknologi merencanakan berbagai kegiatan dalam program kerja tahun 2017, di antaranya yaitu seleksi mahasiswa berprestasi tingkat fakultas, Wirausaha untuk mahasiswa, kuliah umum, penerbitan jurnal, peningkatan sistem informasi fakultas, pengajuan program studi baru dan berbagai kegiatan lainnya.  Pada kegiatan rapat ini sudah dibagi penanggungjawab setiap kegiatan untuk memudahkan persiapan pelaksanaannya. Khusus untuk pengajuan program studi baru, Fakultas Pertanian di tahun 2017 akan melaksanakan pengajuan program studi baru yaitu Prodi Perikanan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian dan Prodi Agribisnis. Pengajuan program studi baru ini akan meningkatkan perkembangan fakultas pada khususnya dan Universitas pada umumnya, hal tersebut  untuk menjawab kebutuhan ilmu bidang pertanian.

20161217_083458-min

Gb. Pemaparan pencapaian program kerja Program Studi Agroteknologi 2016, Oleh Ir. Yulia Eko Susilowati, M.P. Kepala Jurusan Agroteknologi

Dalam kesempatan yang sama juga di bahas tentang pemantapan kurikulum Program Studi Agroteknologi 2016. Diharapkan pada tahun ajaran baru prodi Agroteknologi serta seluruh prodi dilingkungan universitas telah dapat menerapkan kurikulum baru. Kurikulum baru di Fakultas Pertanian  merupakan wujud kepedulian fakultas dalam kemajuan teknologi khususnya dibidang pertanian.

Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Gembong Haryono, M.P.  dalam acara ini menuturkan bahwa, sesuai permintaan dari pihak universitas, kurikulum 2016 akan disesuaikan dengan peraturan  terbaru, sehingga semua prodi dilingkungan universitas mempunyai format kurikulum yang seragam. Selanjutnya kurikulum yang telah disetujui akan di upload di website resmi fakultas  maupun universitas, sehingga kurikulum tersebut dapat diakses secara luas baik oleh mahasiswa, calon mahasiswa maupun seluruh lapisan masyarakat. (Ws/Ahm/Mrl)

JADWAL UAS SEMESTER GASAL FAKULTAS PERTANIAN TA 2016/2017

Download Jadwal UAS Revisi 2 semester gasal 2016/2017  KLIK DISINI

FAKULTAS PERTANIAN LAKUKAN RISET TENTANG TANAMAN UWI (Dioscorea.sp) “TANAMAN YANG BERJASA, TAPI TERLUPA”

Magelang – “Yang berjasa yang terlupa” itulah ungkapan pas untuk diutarakan bagi tanaman ubi. Pada era  1970an berbagai macam ubi sangat dikenal masyarakat dan digunakan sebagai makanan tambahan disamping beras dan jagung, terutama oleh masyarakat di Pulau Jawa. Saat ini, tanaman tersebut menjadi tanaman minor, namun  ubi masih berpotensi besar sebagai bahan pangan alternatif. Untuk menggali potensi tersebut diperlukan upaya koleksi dan identifikasi plasma nutfah. Informasi agronomi, fisiologi, morfologi dan karakteristik genetik tanaman uwi masih sangat terbatas (Ariesta,dkk, 2004).

Saat ini, jenis tanaman ubi-ubian yang masih dapat ditemui di lapangan adalah: Uwi, Gadung, Gembili, Gembolo, Ganyong, Garut, Iles-iles, Suweg, Kentang kleci, Kimpul/Tales, Singkong dan Ubi jalar. Sebagian masyarakat menganggap mengkonsumsi ubi sebagai keterpaksaan, hal ini yang mendorong semakin tidak dikenalnya berbagai tanaman ubi-ubian tersebut (Anonim, 2009).

Untuk itu, Fakultas Pertanian sedang aktif menggalakkan penelitian tentang tanaman Dioscorea. Penilitian tersebut berjudul PENGKAJIAN JENIS, BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN HASIL BEBERAPA TANAMAN UWI (Dioscorea.sp). Penelitian yang dipimpin oleh Ir. Rahayu Sarwitri, M.P. dan Ir. Yulia Eko Susilowati, M.P. tersebut direncanakan dilakukan selama 3 tahun, dengan lokasi di Desa Balesari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Penelitian tahun ke 1 difokuskan pada pengamatan tanaman Dioscorea yang masih ada di Desa Balesari. Penelitian tahun ke 2 difokuskan pada percobaan budidaya serta perbaikan budidaya tanaman Dioscorea, sedangkan penelitian tahun ke 3 yaitu pembuatan demplot penamanan, serta pengolahan hasil tanaman Dioscorea.

Penelitian 1

Gb. 1 Pengamatan tanaman Dioscorea di kebun warga      

g 2

Gb. 2 Hasil panen Gembili capai puluhan kg/tanaman

g 3

Gb. 3  Pengamatan Bulbi, Tanaman Uwi

g 4

Gb. 4 Tanaman Gembili di Desa Balesari

Desa Balesari merupakan desa binaan Universitas Tidar yang direncanakan akan dijadikan Desa Wisata, Untuk itu pengembangan Tanaman Uwi dinilai sangat tepat. Saat ini tanaman uwi  telah jarang dibudidayakan oleh petani pada umumnya, sehingga jika Desa Balesari mempunyai banyak jenis tanaman Dioscorea maka  tanaman tersebut dapat dijadikan salah satu ikon wisata Balesari. Selain itu, Dioscorea dapat diolah menjadi beragam makanan yang dapat dijadikan makanan khas Desa Wisata Desa Balesari. (Ahm/Mrl)

FGD KURIKULUM 2016, UPAYA PENINGKATAN KUALITAS LULUSAN SERTA MANAJEMEN PENGELOLAAN FAKULTAS PERTANIAN

Yogyakarta – Jajaran tenaga pendidik (dosen) dan tenaga kependidikan Fakultas Pertanian Universitas Tidar menggelar FGD (Forum Grup Discussion) di Hotel Griya Persada, Kaliurang, DIY. Acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 5-6 Oktober 2016 dan dihadiri oleh Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. Pokok bahasan dalam FGD  adalah penyusunan kurikulum 2016 yang direncanakan akan diterapkan pada tahun akademik 2017. Pembahasan tersebut meliputi :

  1. Visi misi, tujuan, sasaran dan strategi pencapaian pendidikan,
  2. Pembahasan profil lulusan, standar kompetensi lulusan, indikator SKL, bahan kajian dan capaian pembelajaran,
  3. Pembahasan kurikulum dan pengampu mata kuliah.

Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Gembong Haryono, M.P. dalam sambutannya menyampaikan bahwa Fakultas Pertanian telah berusaha maksimal dalam penyusunan Kurikulum FP 2016, namun FP siap menerima masukkan stakeholder guna kesempurnaan kurikulum 2016.

IMG_20161005_204533

Sambutan Dekan Fakultas Pertanian dan Pengarahan Rektor Universitas Tidar

Acara FGD dilanjutkan dengan pengarahan Rektor Universitas Tidar. Banyak hal yang disoroti oleh Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. terutama tentang format dalam Kurikulum, Rektor berharap format tersebut seragam pada semua prodi di lingkungan Universitas Tidar. Selain itu, Rektor juga berpesan supaya kurikulum tersebut mudah dipahami oleh masyarakat awam tanpa harus dijelaskan, karena kurikulum tersebut direncanakan akan diupload di website resmi Universitas Tidar. Dengan langkah tersebut diharapkan dapat memberi informasi sejelas-jelasnya kepada masyarakat, khususnya bagi calon mahasiswa diseluruh Indonesia tentang Program Studi pada Fakultas dilingkungan Universitas Tidar. Kedepan diharapkan, mahasiswa lebih siap untuk menjalani perkuliahan di Untidar, sehingga input dan lulusan Untidar akan lebih berkualitas dan dapat bersaing didunia kerja maupun dunia usaha. (ahm_)

MAHASISWA SEMESTER 5 JALANI PELATIHAN SAMBUNG PUCUK DAN OKULASI TANAMAN BUAH

Purworejo – Belajar dikampus adalah kewajiban bagi setiap mahasiswa, tetapi untuk dapat meningkatkan Skill diperlukan pelatihan khusus sehingga saat lulus, mahasiswa mempunyai tambahan keterampilan yang dapat dijadikan modal menjadi pengusaha. Berdasarkan pemikiran tersebut Fakultas Pertanian setiap tahunnya mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti pelatihan di UD. SAMI ASIH. UD. SAMI ASIH merupakan produsen aneka tanaman buah yang beralamat di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, unit usaha tersebut telah menjalin kerjasama  dengan Fakultas Pertanian (MOU) khususnya tentang pelatihan mahasiswa serta penyediaan bibit praktikum di Fakultas Pertanian.

Beberapa waktu lalu, 20 mahasiswa semester 5 FP dikirim untuk belajar tentang cara perbanyakan tanaman buah dengan teknik sambung pucuk dan okulasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 5 hari. Mahasiswa dibekali materi serta praktik langsung di lapangan. Munawaroh mahasiswa semester 5 sekaligus peserta kegiatan tersebut menyatakan “Pelatihan ini sangat bermanfaat, karena kami dibimbing dan diajari tentang teknik perbanyakan tanaman, saat siang kami praktik di lahan dan malamnya digunakan untuk evaluasi dan pemberian materi oleh tim pelatih” tutur muna.

Mahasiswa yang mengikuti pelatihan tersebut adalah sebagai berikut : Munawaroh, Hafidha Ade L, Ardika A, Puji Rahayu, Amifta Khusnia, Sulistyani, Inayah Kurniasari, Ezha Safrida, Nuryani, Fisiela Fikta, Irma Yunica, Mashfatul, Annisa, Novia, Siti H, Irfi M, Ulfi Maslachatul, Anis nur H. serta Arsya Bella cahyadi.

11

Gb 1. Persiapan media untuk batang bawah

2

gb 2. Penjelasan teknis tentang Sambung pucuk

10

Gb 3. Praktik Sambung pucuk tanaman buah

8

Gb 4. Pemilihan batang atas oleh peserta

gambar purworejo

Gb 5. Penyiraman hasil sambungan dan persiapan penyungkupan

6

Gb 6. Penyungkupan sambungan

1

Gb 7. Kunjungan dan monitoring oleh Wakil dekan II, Ir. Historiawati, M.P.

Perbanyakan tanaman dengan teknik sambung pucuk dan okulasi merupakan teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif. Teknik perbanyakan ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya : tanaman cepat berbuah, rasa buah sama dengan induknya dan tanaman hasil perbanyakan dapat digunakan menjadi tabulapot serta tanaman penghias di sekitar rumah. (ahm)

 

Mengasah Kreatifitas Tanpa Batas Melalui Kewirausahaan

Magelang –  Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Tidar (HIMAGRO UNTIDAR) kembali melaksanakan kegiatan. Kegiatan tersebut bertema “Mengasah Kreatifitas Tanpa Batas Melalui Kewirausahaan”. Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan Minggu, 5 September 2016 diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 1 Fakultas Pertanian, perwakilan mahasiswa semester 3, pengurus BEM Fakultas Pertanian serta seluruh pengurus HIMAGRO. Kegiatan yang dilaksanakan pukul 05.00– 17.00 WIB tersebut juga dihadiri oleh jajaran pendidik dan tenaga kependidikan Fakultas Pertanian. Pada sambutannya, Hafidha Ade Lutfiana selaku ketua panitia memaparkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih mahasiswa berwirausaha dan berorganisasi.

Kegiatan utama yang dilaksanakan adalah pelatihan yang berkaitan dengan kewirausahaan. Pelatihan dilaksanakan menjadi 2 sesi yaitu pelatihan penyusunan proposal Program Kreatif Mahasiswa (PKM) dan pelatihan budidaya jamur tiram.  Ketua umum HIMAGRO Fisiela Fikta dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan pelatihan ini mahasiswa Agroteknologi, diharapkan mampu berwirausaha khususnya tentang budidaya jamur dan mampu menyusun proposal PKM, sehingga tahun ini Fakultas Pertanian akan lebih banyak meloloskan proposal PKM. Seperti diketahui sebelumnya, Fakultas Pertanian sangat intens dan berkonsentrasi agar perolehan PKM tahun ini meningkat. FP menargetkan 90 proposal siap uplode pada akhir September 2016.

DSC00122-min

Pelatihan budidaya jamur tiram, oleh Rian Widiyanto. Mahasiswa semester 5  FP Untidar.

Rian Widiyanto mahasiswa semester 5 FP Untidar yang juga berwirausaha jamur tiram turut memberikan materi pelatihan budidaya jamur tiram. Setiap peserta dilatih teknik budidaya jamur dan diwajibkan merawat bagloog yang telah diberi spora. Media jamur tersebut kemudian dibawa pulang oleh masing-masing peserta pelatihan. Peserta pelatihan wajib melaporkan perkembangan jamur setiap satu minggu sekali kepada tim pengawas dari HIMAGRO,  sehingga pertumbuhan jamur dapat terkontrol. (ahm)