OTADAMA “MORFOSA” FAKULTAS PERTANIAN TAHUN 2017

Magelang- Kegiatan ospek Fakultas Pertanian Universitas Tidar tahun 2017 bernama Otadama Morfosa, dengan ketua panitia Achmad Heru Triadmoko. Ospek ini mengangkat tema ”Change the world with your innovation”. Meningkatnya jumlah mahasiswa Fakultas Pertanian dan jumlah program studi, diharapkan dapat semakin meningkatkan peran mahasiswa dalam mengubah dunia melalui inovasi dalam berbagai bidang khususnya pertanian dan peternakan.

WhatsApp Image 2017-08-26 at 19.16.01

Gb 1. Pembukaan acara dengan apel pagi

Acara dibuka dengan apel pagi di halaman Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Pembukaan berjalan dengan hikmat, diikuti oleh 180 mahasiswa baru Fakultas Pertanian dan seluruh panitia. Kegiatan apel pagi ditutup dengan penampilan teatrikal dan pembacaan puisi oleh M. Cahyo Purnomo selaku ketua BEM-FP dan beberapa panitia. Puisi yang ditampilkan bertemakan kegelisahan para petani di masa kini.

WhatsApp Image 2017-08-26 at 19.15.58

Gb 2.  Penyampaian mengenai pelayanan fakultas oleh Ketua Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Ir. Yulia Eko Susilowati, M.P.

Setelah apel pagi, kegiatan otadama dilanjutkan di auditorium. Acara dimulai dengan penyampaian materi mengenai pelayanan fakultas oleh Ketua Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian, Ir. Yulia Eko Susilowati, M.P. Acara berikutnya dilanjutkan dengan seminar kewirausahaan dan motivasi belajar oleh Honi Kharisma, S.P. dan Ahmadi, S.P. yang juga merupakan alumni Fakultas Pertanian UNTIDAR. Acara terakhir yaitu pengenalan organisasi mahasiswa di Fakultas Pertanian UNTIDAR.

Kegiatan otadama berikutnya dilanjutkan dengan acara outdoor yakni kunjungan ke stand-stand PKM mahasiswa Fakultas Pertanian. Acara selanjutnya adalah game yang telah disiapkan oleh panitia untuk melatih kekompakan para mahasiswa baru Fakultas Pertanian. Harapan dari ketua panitia, dengan adanya kegiatan ini mahasiswa baru lebih mengenal Fakultas Pertanian serta meningkatkan rasa kekeluargaan (BEM FP/Mrl).

HIMAGRO UNTIDAR BERPARTISIPASI DALAM SEMINAR DAN BAKTI TANI NASIONAL

Yogyakarta (27/04) – Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (HIMAGRO) Universitas Tidar mengikuti kegiatan Seminar dan Bakti Tani Nasional yang diselengarakan oleh FKK HIMAGRI NASIONAL yang bertempat di Universitas Pembangunan Negeri (UPN) Veteran Yogyakarta selaku FKK HIMAGRI KTW III. Kegiatan tersebut diawali dengan seminar Nasional yang  bertema “Optimalisasi Pertanian Organik pada Hortikultura Guna Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan” dan dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta.

himagro 2

Gb 1. Seminar Nasional“Optimalisasi Pertanian Organik pada Hortikultura Guna Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan”

Di era globalisasi ini, semakin banyak petani yang mengolah lahan hanya untuk mencapai profit maksimum. Oleh karena itu, harus melakukan optimalisasi pertanian organik untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan. Pertanian organik merupakan sistem produksi pertanian yang holistik dan terpadu dengan cara mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas dengan menggunakan bahan alami atau menghindari penggunaan pestisida.

Pertanian organik ini sebagai upaya dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan menggunakan teknologi dan teknik yang penerapannya menyesuaikan dengan lingkungan sehingga tidak mengganggu keseimbangan lingkungan. Menurut pemateri, Dr. Yudi Sastro S.P., M.P., dengan adanya kebijakan pemeritah dalam mewujudkan pertanian organik untuk pertanian berkelanjutan ini sesuai dengan agenda nawacita. Dilengkapi dengan materi dari  Ir. Drs. H. Bugiakso dan Nasir Soenanto, S.P. mengoptimalkan peran petani dalam mengusahakan pertanian organik di Indonesia. Selain itu, agenda yang tidak kalah penting yaitu peningkatan kedaulatan pangan yang dicerminkan pada kekuatan untuk mengatur masalah pangan secara mandiri. Dalam mengatur kedaulatan pangan tentu saja menghadapi permasalahan pembangunan pertanian yakni, perubahan iklim, kondisi perkonomian global, dan gejolak harga pangan global.

Magelang – Bakti Tani Nasional 2017 diselenggarakan di Desa Sewukan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 61 Mahasiswa dari beberapa delegasi Himpunan Mahasiswa Agronomi dari seluruh Universitas di Indonesia dan HIMAGRO UNTIDAR sendiri mendelegasikan 4 mahasiswa. Kegiatan diawali dengan pembagian penduduk sehingga mahasiswa diharapkan ikut berpartisipasi dalam kegiatan petani dan berfikir kritis dalam bidang pertanian.

himagro 1

Gb 2. Peserta mengikuti aktivitas petani

himagro 4

Gb 3. Kegiatan Bakti Tani Nasional

Dengan penuh semangat, seluruh peserta Bakti Tani Nasional 2017 ikut membersihkan saluran irigasi dan membuat bedengan di sungai. Selain membersihkan saluran irigasi, juga diadakan acara sosialisasi pembuatan pestisida nabati dan pupuk organik dengan kelompok tani di Desa Sewukan. Sosialisasi ini merupakan salah satu cara untuk menyadarkan para petani agar mengutamakan pengunaan pupuk organik sehingga dapat mewujudkan pertanain yang berkelanjutan (HIMAGRO/Mrl).

MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN UNTIDAR LAKSANAKAN FIELD TRIP KE MALANG DAN SEKITARNYA

Malang (2-5 Mei 2017) – Mahasiswa Fakultas Pertanian UNTIDAR melaksanakan field trip ke beberapa balai pertanian di Malang dan sekitarnya. Field trip ini diikuti oleh 59 mahasiswa didampingi oleh 7 dosen dan 3 tenaga kependidikan. Rombongan field trip  berangkat dari kampus UNTIDAR pada 2 Mei 2017 pukul 18.00 dan tiba di Malang pada pagi hari tanggal 3 Mei 2017. Destinasi pertama adalah Balitkabi (Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi) di Kendalpayak, Kota Malang. Rombongan field trip disambut hangat oleh Kepala Balitkabi beserta jajarannya. Acara pertama yaitu pembukaan dan sambutan-sambutan kemudian dilanjutkan dengan acara inti yaitu pemaparan materi oleh peneliti Balitkabi. Terdapat dua materi yang disampaikan, meliputi profil dan gambaran kegiatan di Balitkabi serta proses sertifikasi benih. Setelah pemaparan materi dan sesi tanya jawab, rombongan field trip diajak untuk melihat kebun percobaan Balitkabi dan UPBS (Unit Pengelolaan Benih Sumber).

penandatanganan MOU dengan Balitkabi-min

Gb 1. Penandatangan MOU Fakultas Pertanian UNTIDAR dengan Balitkabi

kunjungan ke UPBS Balitkabi-min

Gb 2. Kunjungan ke UPBS Balitkabi

Kunjungan berikutnya yaitu ke Balitjestro (Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika) yang terletak di Junrejo, Kota Batu. Di Balitjestro mahasiswa diajak untuk melihat langsung budidaya jeruk dan apel di kebun percobaan Balitjestro. Meskipun cuaca gerimis tetapi tidak mengurangi semangat dan antusiasme mahasiswa untuk belajar dan menggali lebih dalam mengenai budidaya jeruk dan apel. Mahasiswa dapat berdiskusi langsung dengan peneliti Balitjestro yang turut mendampingi mahasiswa di kebun percobaan. Dalam kunjungan ke Balitkabi dan Balitjestro juga dilaksanakan penandatanganan MOU sebagai tindak lanjut dari kunjungan. Diharapkan dengan adanya MOU ini akan semakin memudahkan akses mahasiswa yang ingin melaksanakan kegiatan PKL (praktik kerja lapangan) di balai-balai tersebut, sehingga PKL mahasiswa fakultas pertanian UNTIDAR tidak hanya terbatas di area Jawa Tengah saja.

kunjungan ke balitjestro-min

Gb 3. Kunjungan ke kebun percobaan Balitjestro

Kamis tanggal 4 Mei 2017 rombongan field trip mengunjungi PT Petrokimia Gresik. PT Petrokimia Gresik merupakan produsen pupuk terbesar dan terlengkap di Indonesia. Rombongan Fakultas Pertanian UNTIDAR disambut di Wisma Kebomas Petrokimia Gresik. Pada kesempatan tersebut, rombongan juga disambut oleh salah seorang alumni UNTIDAR yang saat ini menjabat sebagai direktur anak perusahaan PT Petrokimia Gresik, Ir. Eko Sulistyono. Beliau merupakan salah seorang alumni UNTIDAR yang sukses dan mampu bersaing dengan rekan-rekan dari universitas besar lain di Indonesia. Setelah sambutan-sambutan, acara inti yaitu pemaparan materi mengenai kegiatan-kegiatan serta perkembangan riset di di PT Petrokimia Gresik. Setelah pemaparan materi di Wisma Kebomas, rombongan diajak melihat-lihat PT Petrokimia Gresik melalui Plant Tour. Rombongan tidak diperkenankan untuk turun dari bus serta memotret di pabrik Petrokimia Gresik selama Plant Tour terkait dengan keselamatan. Sekitar pukul 12.00, rombongan Fakultas Pertanian UNTIDAR bertolak menuju Malang untuk mengunjungi Balittas (Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat).

pemaparan materi di petrokimia-min

Gb 4. Pemaparan materi di PT Petrokimia Gresik

penyerahan kenang-kenangan dari petrokimia gresik - Copy-min

Gb 5. Penyerahan kenang-kenangan dari PT Petrokimia Gresik

pemaparan materi di Balittas-min

Gb 6. Pemaparan materi di Balittas

Rombongan Fakultas Pertanian UNTIDAR sampai di Balittas sekitar pukul 14.00. Setelah sambutan-sambutan dan penjelasan umum mengenai kegiatan di Balittas, disampaikan materi mengenai fisiologi dan teknologi pasca panen tanaman pemanis dan serat. Materi disampaikan oleh salah seorang peneliti di Balittas. Mahasiswa tampak sangat antusias dalam mengikuti pemaparan materi dan sesi diskusi. Kunjungan di Balittas sekaligus menutup rangkaian field trip mahasiswa Fakultas Pertanian UNTIDAR (Mrl).

FAKULTAS PERTANIAN UNTIDAR GELAR SEMINAR NASIONAL

Magelang, 6 Desember 2016—Seminar Nasional bertajuk “Pengembangan Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal (Indegenius Resources) Menuju Daya Saing Bangsa” dilaksanakan di Auditorium Universitas Tidar. Acara ini diselenggarakan oleh fakultas pertanian UNTIDAR dan dihadiri oleh dosen dan mahasiswa fakultas pertanian Untidar, Kepala Dinas Pertanian se-Wilayah Kedu, perwakilan dari SMK pertanian se-wilayah Kedu, dan Alumni fakultas pertanian Untidar. Terdapat dua narasumber pada seminar ini, yaitu Prof. Dr. Ir. Kusnanto (Pemulia Tanaman, Universitas Brawijaya Malang) dan Prof. Ir. Ali Munawar, M.Sc. PhD (Dosen fakultas pertanian Universitas Tidar dan Universitas Bengkulu). Prof. Dr. Ir. Kusnanto menyampaikan materi mengenai penelitian dan disemininasi produk pertanian berbasis sumber daya lokal. Salah satu hal yang menjadi point penting bahwa Indonesia sangat kaya akan sumberdaya lokal namun banyak yang belum mendapat perhatian. Sumberdaya lokal ini (underutilised crop) berpotensi menjadi sumber pangan dan mampu menciptakan ketahanan pangan di Indonesia apabila terus dikembangkan. Beberapa contoh sumberdaya lokal Indonesia yang ‘terpinggirkan’ namun potensial untuk dikembangkan di antaranya kacang bogor, kecipir, kelor, dan ubi-ubian.

DSC_0041

Gb. 1 Pemaparan materi oleh Prof. Ir. Ali Munawar, M.Sc. PhD

Materi selanjutnya disampaikan oleh Prof. Ir. Ali Munawar, M.Sc. PhD dengan judul Peran sumberdaya lahan dalam mendukung ketahanan pangan. “Salah satu fungsi lahan adalah sebagai penopang kehidupan, sebagai tempat beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, termasuk pangan” papar Prof. Ir. Ali Munawar, M.Sc. PhD.  Tantangan dalam pengembangan lahan di Indonesia diantaranya alih fungsi lahan, degradasi lahan, banyaknya lahan marginal dan lahan yang rentan rusak.

DSC_0062

Gb. 2 Sesi diskusi yang dimoderatori oleh Ir. Usman Siswanto, Msc., Ph.D

DSC_0088

Gb. 3 Penyerahan kenang-kenangan kepada Prof. Dr. Ir. Kusnanto oleh Dekan Fakultas Pertanian UNTIDAR

Antuasiasme luar biasa khususnya dari mahasiswa yang mengikuti seminar ini. Banyak pertanyaan yang diajukan pada sesi tanya jawab baik dari kalangan mahasiswa maupun praktisi bidang pertanian yang hadir. Seminar berlangsung hingga pukul 13.00 dengan Ir. Usman Siswanto, Msc., Ph.D sebagai moderator. Output dari seminar nasional ini selain menambah wawasan mengenai ketahanan pangan juga diharapkan dapat meningkatkan antusiasme mahasiswa untuk melakukan penelitian khususnya yang terkait dengan ketahanan pangan. (Mrl/Ahm)

MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN KUNJUNGI BUMI LANGIT INSTITUTE DAN KEBUN BUAH MANGUNAN DALAM FIELDTRIP 2016

Bantul – Beberapa waktu lalu mahasiswa Fakultas Pertanian melakukan perjalanan dalam rangka belajar di lapangan. Mahasiswa FP yang diwakili oleh angkatan 2013 tersebut berkunjung ke kebun pertanian organik Bumi langit Institute yang beralamat di Imogiri, Bantul, DIY.  Dalam kesempatan tersebut mahasiswa yang didampingi oleh jajaran dosen FP mendapat penjelasan dari pimpinan bumi langit institute berkaitan dengan pertanian organik. Dalam penerapannya perusahaan tersebut menerapkan sistem Permakultur dalam bertani. Permakultur  adalah cabang ilmu desain ekologis, teknik ekologis dan desain lingkungan yang mengembangkan arsitektur berkelanjutan dan sistem pertanian swadaya berdasarkan ekosistem alam. Dalam kunjungannya, mahasiswa tidak hanya melihat dan belajar tentang pertanian organik, tetapi juga belajar tentang beternak sapi yang pakannya diambilkan dari sisa-sisa panen di kebun produksi. Kotoran dan urin sapi ditampung dalam bak besar yang kemudian diproses menjadi biogas, gas tersebut kemudian digunakan untuk kebutuhan memasak di resto maupun rumah tangga. Selanjutnya kotoran yang telah digunakan untuk biogas juga digunakan untuk ternak cacing serta pupuk tanaman. Prinsip pertanian yang diterapkan di Bumi langit adalah bertani dengan pemanfaatan alam sebanyak-banyaknya serta meminimalkan sampah.

IMG_20160719_131050-min

Gb. Kunjungan di Bumi Langit Institute Imogiri, Bantul, DIY.

Pada kesempatan yang sama, mahasiswa FP juga mengunjungi kebun buah mangunan yang terletak tidak jauh dari Bumi Langit Institute. Di kebun buah mangunan, mahasiswa diperkenalkan macam-macam tanaman buah yang dibudidayakan. Kebun buah mangunan selain digunakan sebagai kebun produksi juga dimanfaatkan sebagai Agrowisata. Pemandangan yang indah di kebun ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa Fakultas Pertanian.

IMG_20160719_090840-min

Gb. Penyerahan Kenang-kenangan di BPBIAT Muntilan, Magelang.

Pada Fieldtrip mahasiswa FP 2016 tersebut mahasiswa berangkat dari Magelang pukul 07.00 WIB. Dalam perjalanannya, mahasiswa juga berkunjungan ke Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar(BPBIAT) Jawa tengah di Muntilan. (ahm)

 

MAHASISWA SEMESTER 5 JALANI PELATIHAN SAMBUNG PUCUK DAN OKULASI TANAMAN BUAH

Purworejo – Belajar dikampus adalah kewajiban bagi setiap mahasiswa, tetapi untuk dapat meningkatkan Skill diperlukan pelatihan khusus sehingga saat lulus, mahasiswa mempunyai tambahan keterampilan yang dapat dijadikan modal menjadi pengusaha. Berdasarkan pemikiran tersebut Fakultas Pertanian setiap tahunnya mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti pelatihan di UD. SAMI ASIH. UD. SAMI ASIH merupakan produsen aneka tanaman buah yang beralamat di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, unit usaha tersebut telah menjalin kerjasama  dengan Fakultas Pertanian (MOU) khususnya tentang pelatihan mahasiswa serta penyediaan bibit praktikum di Fakultas Pertanian.

Beberapa waktu lalu, 20 mahasiswa semester 5 FP dikirim untuk belajar tentang cara perbanyakan tanaman buah dengan teknik sambung pucuk dan okulasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 5 hari. Mahasiswa dibekali materi serta praktik langsung di lapangan. Munawaroh mahasiswa semester 5 sekaligus peserta kegiatan tersebut menyatakan “Pelatihan ini sangat bermanfaat, karena kami dibimbing dan diajari tentang teknik perbanyakan tanaman, saat siang kami praktik di lahan dan malamnya digunakan untuk evaluasi dan pemberian materi oleh tim pelatih” tutur muna.

Mahasiswa yang mengikuti pelatihan tersebut adalah sebagai berikut : Munawaroh, Hafidha Ade L, Ardika A, Puji Rahayu, Amifta Khusnia, Sulistyani, Inayah Kurniasari, Ezha Safrida, Nuryani, Fisiela Fikta, Irma Yunica, Mashfatul, Annisa, Novia, Siti H, Irfi M, Ulfi Maslachatul, Anis nur H. serta Arsya Bella cahyadi.

11

Gb 1. Persiapan media untuk batang bawah

2

gb 2. Penjelasan teknis tentang Sambung pucuk

10

Gb 3. Praktik Sambung pucuk tanaman buah

8

Gb 4. Pemilihan batang atas oleh peserta

gambar purworejo

Gb 5. Penyiraman hasil sambungan dan persiapan penyungkupan

6

Gb 6. Penyungkupan sambungan

1

Gb 7. Kunjungan dan monitoring oleh Wakil dekan II, Ir. Historiawati, M.P.

Perbanyakan tanaman dengan teknik sambung pucuk dan okulasi merupakan teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif. Teknik perbanyakan ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya : tanaman cepat berbuah, rasa buah sama dengan induknya dan tanaman hasil perbanyakan dapat digunakan menjadi tabulapot serta tanaman penghias di sekitar rumah. (ahm)

 

Mengasah Kreatifitas Tanpa Batas Melalui Kewirausahaan

Magelang –  Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Tidar (HIMAGRO UNTIDAR) kembali melaksanakan kegiatan. Kegiatan tersebut bertema “Mengasah Kreatifitas Tanpa Batas Melalui Kewirausahaan”. Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan Minggu, 5 September 2016 diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 1 Fakultas Pertanian, perwakilan mahasiswa semester 3, pengurus BEM Fakultas Pertanian serta seluruh pengurus HIMAGRO. Kegiatan yang dilaksanakan pukul 05.00– 17.00 WIB tersebut juga dihadiri oleh jajaran pendidik dan tenaga kependidikan Fakultas Pertanian. Pada sambutannya, Hafidha Ade Lutfiana selaku ketua panitia memaparkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih mahasiswa berwirausaha dan berorganisasi.

Kegiatan utama yang dilaksanakan adalah pelatihan yang berkaitan dengan kewirausahaan. Pelatihan dilaksanakan menjadi 2 sesi yaitu pelatihan penyusunan proposal Program Kreatif Mahasiswa (PKM) dan pelatihan budidaya jamur tiram.  Ketua umum HIMAGRO Fisiela Fikta dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan pelatihan ini mahasiswa Agroteknologi, diharapkan mampu berwirausaha khususnya tentang budidaya jamur dan mampu menyusun proposal PKM, sehingga tahun ini Fakultas Pertanian akan lebih banyak meloloskan proposal PKM. Seperti diketahui sebelumnya, Fakultas Pertanian sangat intens dan berkonsentrasi agar perolehan PKM tahun ini meningkat. FP menargetkan 90 proposal siap uplode pada akhir September 2016.

DSC00122-min

Pelatihan budidaya jamur tiram, oleh Rian Widiyanto. Mahasiswa semester 5  FP Untidar.

Rian Widiyanto mahasiswa semester 5 FP Untidar yang juga berwirausaha jamur tiram turut memberikan materi pelatihan budidaya jamur tiram. Setiap peserta dilatih teknik budidaya jamur dan diwajibkan merawat bagloog yang telah diberi spora. Media jamur tersebut kemudian dibawa pulang oleh masing-masing peserta pelatihan. Peserta pelatihan wajib melaporkan perkembangan jamur setiap satu minggu sekali kepada tim pengawas dari HIMAGRO,  sehingga pertumbuhan jamur dapat terkontrol. (ahm)

BEM Fakultas Pertanian Sukses Gelar OTADAMA

Magelang –  Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM-FP) sukses melaksanakan  Orientasi Tidar Muda Fakultas (OTADAMA Fakultas). Acara yang dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2016 tersebut bertujuan untuk mengenalkan lingkungan Fakultas Pertanian kepada mahasiswa baru. Berbagai kegiatan dilaksanakan mulai dari pengenalan Kurikulum  sampai dengan  berbagai acara yang disusun untuk mengenalkan dunia kampus kepada Mahasiswa baru.

Ketua panitia OTADAMA FP, Restu Dika Alfian dalam sambutannya mengucapkan selamat datang  dan selamat bergabung bersama keluarga besar mahasiswa FP Untidar, OTADAMA Fakultas Pertanian tahun ini diikuti 113 mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, “tutur dia”. Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Gembong Haryono, M.P. pada kesempatan ini juga menyampaikan bahwa ketatnya persaingan untuk masuk menjadi mahasiswa Fakultas Pertanian, untuk itu mahasiswa yang telah lolos diharapkan untuk dapat belajar dan mengikuti perkuliahan sebaik-baiknya sehingga dapat lulus tepat waktu dengan nilai yang memuaskan.

IMG_3309-min

OTADAMA Fakultas Pertanian yang dilaksanakan pada pukul 07.00-18.00 tersebut juga mengundang 3 alumni Fakultas Pertanian untuk mengisi materi yang berkaitan dengan Strategi  Lulus Cepat dan Lolos PKM, PMW dan PHBD. Pada kesempatan tersebut Fitria Wulandari, S.P., Ahmadi, S.P. dan Hony Kharisma Sejati, S.P. menyampaikan beberapa cara untuk dapat meraih dana Hibah PKM, PMW dan PHBD dari Dikti. Hony Kharisma dan ahmadi menyatakan bahwa  pentingnya  mahasiswa dalam berwirausaha sehingga dana hibah dari Dikti sangat penting untuk menjadi modal usaha, untuk itu mahasiswa harus kreatif dan inovatif sehingga dapat memperoleh dana PKM dll. Pokok penting dalam pembuatan proposal adalah pemilihan judul yang tepat, sehingga dengan melihat judul tersebut reviewer akan tertarik membaca isi didalamnya. Pada kesempatan tersebut juga dipaparkan seluruh judul PKM, PMW dan PHBD Fakultas Pertanian yang lolos mulai tahun 2012-2016. Dengan disampaikannya judul dan dana yang pernah diraih oleh mahasiswa FP diharapkan dapat menarik minat mahasiswa baru sehingga pada tahun-tahun berikutnya Fakultas Pertanian dapat meloloskan lebih banyak proposal PKM, PMW maupun PHBD, “tutur keduanya yang juga pernah lolos proposal PKM dan PHBD Dikti”.

OTADAMA Fakultas Pertanian hari kedua dipusatkan di lingkungan Laboratorium Fakultas Pertanian, mahasiswa baru dikenalkan dengan laboratorium dan sekaligus membersihkan ruangan yang akan digunakan dalam praktikum mata kuliah yang akan diambilnya. Pada hari yang sama, Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (HIMAGRO) mengadakan KRS center di depan Lab. FP kegiatan ini bertujuan untuk membantu mahasiswa baru dalam memilih dan mengambil mata kuliah di Fakultas Pertanian. (ahm)