Spray GAPIPA, Sprayer Anti Peradangan Herbal Karya Mahasiswa Fakultas Pertanian UNTIDAR

“Spray GAPIPA : Getah Pisang – Ekstrak Buah Pare Sebagai Anti Inflamasi Herbal” merupakan salah satu judul proposal PKM Universitas Tidar yang lolos pendanaan tahun 2017. Gagasan pengajuan proposal ini diajukan oleh Ismiterra dan 3 rekannya yaitu Suwasdi, Sulistyani dan Ahmad Fahrudin dengan bimbingan Ir.Gembong Haryono,M.P. dan Wida Salupi, S.Si.,M.Si. Ide penelitian ini berawal dari melimpahnya limbah batang pisang hasil budidaya tanaman pisang yang tidak dimanfaatkan oleh petani. Selain itu, penambahan buah pare sebagai kombinasi dari limbah batang pisang sebab buah pare kurang diminati masyarakat sehingga petani pare kurang mendapat keuntungan dari produksinya. Limbah (getah) batang pisang dan buah pare yang dapat membantu dalam penyembuhan luka khususnya mencegah peradangan (inflamasi) luka, diidentifikasi fitokimia di laboratoratorium melalui serangkaian pengujian. Hasilnya didapatkan bahwa kandungan dalam getah pisang dan buah pare yang dapat digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka dan anti peradangan adalah alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. “Getah pisang diyakini oleh masyarakat dapat membantu dalam penyembuhan luka,tapi kekurangannya meninggalkan bekas hitam pada kulit sedang buah pare itu karena rasanya pahit kurang diminati jadi harganya murah dan petaninya kurang untung”, ungkap Ismiterra.

Produk

Gb 1. Produk spray Gapipa

Proses pembuatan spray relatif sederhana dengan menggunakan pelarut etanol. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh masyarakat sebagai referensi. Pengujian dilakukan dengan menggunakan tikus putih yang dilukai ekornya. Setelah diberi formula spray GAPIPA kemudian luka diamati untuk mengetahui efektivitasnya. “Tanin, alkaloid dan saponin berperan sebagai antiseptik dan anti bakteri kalau flavonoid berperan sebagai stimulus regenerasi sel kulit sehingga kecepatan pembekuan darah dan proses penyembuhan luka akan meningkat”, tutur Suwasdi.

Monev

Gb 2. Monitoring dan evaluasi di Universitas Negeri Semarang

Keunggulan dari penelitian ini adalah bahan baku mudah ditemukan, harga bahan relatif murah, teknik pembuatan sederhana, dan perpaduan antara obat herbal yang bersifat tradisional dengan teknik sprayer yang modern menjadi daya tarik hasil penelitian ini. “Dipilihnya penggunaan sprayer supaya lebih mudah dalam penggunaan, lebih hemat dan dapat dimodifikasi untuk menarik minat masyarakat”,ujar Fahrudin. Tindak lanjut yang akan dilakukan dari penelitian ini adalah publikasi pada jurnal, seminar ilmiah dan sebagainya. Diharapkan hasil penelitian ini dapat disosialisasikan kepada masyarakat luas untuk mencegah anti peradangan luka dengan obat herbal tradisional dalam bentk spray yang modern (Swasdi/Mrl).