BOSEN BERSAMA DIA “ BROWNIES BERBAHAN DASAR DAUN KERSEN BERKHASIAT MENURUNKAN DIABETES” INOVASI MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN

Magelang – Penderita diabetes di Indonesia saat ini masih tinggi, penyakit tersebut datang dengan berbagai penyebab, salah satunya adalah mengkonsumsi makanan dengan kadar gula yang relatif tinggi. Menurut KEMENKES RI (2014), estimasi terakhir IDF (International Diabetes Federation) pada tahun 2013 terdapat 382 juta orang di dunia yang menderita diabetes. Pada tahun 2035 jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 592 juta orang. Hal ini diperkirakan karena pola makan masyarakat yang tidak teratur dan mengandung gula cukup tinggi.

Latar belakang diatas menggerakkan Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tidar untuk berinovasi menciptakan makanan yang enak dan dapat mencegah serta menurunkan diabetes. Inovasi tersebut dituangkan dalam sebuah Program Kreatif Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) yang lolos tahun 2018 ini.  Program Kreatif Mahasiswa ini di ketuai oleh Ovi Faelasofa Kusuma Dhea dengan anggota Anggi Majid, Budi Santoso dan Maulana Triandhani. Ovi Faela berharap dengan PKM ini masyarakat tidak hanya dapat menikmati brownies dengan rasa yang enak namun juga berkhasiat untuk menurunkan diabetes. Ovi menambahkan bahwa Brownies  yang kita buat ini bukan brownies  biasa, namun brownies  ini mempunyai bahan dasar daun kersen yang telah terbukti mempunyai kasiat untuk dapat menurunkan diabetes. Penelitian tentang daun kersen pernah dilakukan oleh Yuniar Puspita Arum (2010), hasil penelitian menunjukkan bahwa daun kersen mengandung senyawa flavonid sebagai anti bakteri yang berkasiat menurunkan diabetes.

Gambar : Stand Penjualan “Brownis Berbahan Dasar Daun Kersen Berkhasiat Menurunkan Diabetes”

Ayu Rahayu, S.Pt., M.Sc. Dosen Fakultas Pertanian sekaligus pembimbing PKM-K ini mengatakan bahwa “Bosen Bersama Dia” adalah singkatan dari brownies berbahan dasar daun kersen berkhasiat menurunkan diabetes. Istilah tersebut dibuat untuk dapat diingat oleh masyarakat sehingga akan lebih mempermudah menarik konsumen karena namanya yang menarik. Kegiatan PKM ini dilaksanakan setelah dinyatakan lolos pendanaan tahun 2017 oleh KEMENRISTEK DIKTI pada tanggal  9 Maret 2017 dengan lama kegiatan sampai 5 bulan. Produksi brownies ini dilaksanakan di Kelurahan Monowo Kecamatan Magelang Utara.

Ayu Rahayu, S.Pt. M.Sc. menambahkan sebelum dipasarkan oleh mahasiswa bimbingannya brownies langka ini diuji kandungan gulanya terlebih dahulu sehingga diperoleh produk yang benar-benar aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Pengujian dilakukan dengan metode experimental uji gula darah terhadap 2 sample berjenis kelamin laki-laki yang sehat. Sampel tersebut sebelumnya berpuasa terlebih dahulu, kemudian dilakukan uji kadar gula darah awal, selanjutnya kedua sempel tersebut memakan produk “Bosen Bersama Dia” dengan rentan waktu 3 jam. Berikut data uji sampel yang telah dilakukan.

Tabel :  Data Hasil Pengujian Kadar Gula Darah

No

Sampel Pengujian

Kadar Gula Awal

Kadar Gula Akhir

Selisih

1 Sampel A

98

92

6

2 Sampel B

101

91

10

Gambar : Pengujian gula darah pada salah satu sampel

Data pengujian diatas dapat disimpulkan bahwa produk olahan brownies “Bosen Bersama Dia” “Brownis Berbahan Dasar Daun Kersen Berkhasiat Menurunkan Diabetes” dapat menurunkan gula darah yaitu sebanyak 6 – 10 persen dari gula darah awal. Kesimpulan dalam mengkonsumsi brownies ini tidak dapat menyembuhkan diabetes secara total akan tetapi dapat menurunkan diabetes jika dikonsumsi dengan benar. (Pkm/Ahm)

Spray GAPIPA, Sprayer Anti Peradangan Herbal Karya Mahasiswa Fakultas Pertanian UNTIDAR

“Spray GAPIPA : Getah Pisang – Ekstrak Buah Pare Sebagai Anti Inflamasi Herbal” merupakan salah satu judul proposal PKM Universitas Tidar yang lolos pendanaan tahun 2017. Gagasan pengajuan proposal ini diajukan oleh Ismiterra dan 3 rekannya yaitu Suwasdi, Sulistyani dan Ahmad Fahrudin dengan bimbingan Ir.Gembong Haryono,M.P. dan Wida Salupi, S.Si.,M.Si. Ide penelitian ini berawal dari melimpahnya limbah batang pisang hasil budidaya tanaman pisang yang tidak dimanfaatkan oleh petani. Selain itu, penambahan buah pare sebagai kombinasi dari limbah batang pisang sebab buah pare kurang diminati masyarakat sehingga petani pare kurang mendapat keuntungan dari produksinya. Limbah (getah) batang pisang dan buah pare yang dapat membantu dalam penyembuhan luka khususnya mencegah peradangan (inflamasi) luka, diidentifikasi fitokimia di laboratoratorium melalui serangkaian pengujian. Hasilnya didapatkan bahwa kandungan dalam getah pisang dan buah pare yang dapat digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka dan anti peradangan adalah alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. “Getah pisang diyakini oleh masyarakat dapat membantu dalam penyembuhan luka,tapi kekurangannya meninggalkan bekas hitam pada kulit sedang buah pare itu karena rasanya pahit kurang diminati jadi harganya murah dan petaninya kurang untung”, ungkap Ismiterra.

Produk

Gb 1. Produk spray Gapipa

Proses pembuatan spray relatif sederhana dengan menggunakan pelarut etanol. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh masyarakat sebagai referensi. Pengujian dilakukan dengan menggunakan tikus putih yang dilukai ekornya. Setelah diberi formula spray GAPIPA kemudian luka diamati untuk mengetahui efektivitasnya. “Tanin, alkaloid dan saponin berperan sebagai antiseptik dan anti bakteri kalau flavonoid berperan sebagai stimulus regenerasi sel kulit sehingga kecepatan pembekuan darah dan proses penyembuhan luka akan meningkat”, tutur Suwasdi.

Monev

Gb 2. Monitoring dan evaluasi di Universitas Negeri Semarang

Keunggulan dari penelitian ini adalah bahan baku mudah ditemukan, harga bahan relatif murah, teknik pembuatan sederhana, dan perpaduan antara obat herbal yang bersifat tradisional dengan teknik sprayer yang modern menjadi daya tarik hasil penelitian ini. “Dipilihnya penggunaan sprayer supaya lebih mudah dalam penggunaan, lebih hemat dan dapat dimodifikasi untuk menarik minat masyarakat”,ujar Fahrudin. Tindak lanjut yang akan dilakukan dari penelitian ini adalah publikasi pada jurnal, seminar ilmiah dan sebagainya. Diharapkan hasil penelitian ini dapat disosialisasikan kepada masyarakat luas untuk mencegah anti peradangan luka dengan obat herbal tradisional dalam bentk spray yang modern (Swasdi/Mrl).