HIMAGRO UNTIDAR GELAR ACARA ULTIMATUM’17 PADA HUT-2

Magelang- Pada tanggal 20 Mei 2017 Himpunan Mahasiswa Agroteknologi Universitas Tidar mengadakan serangkaian acara ULTIMATUM’17. ULTIMATUM’17 merupakan singkatan dari Ulang Tahun HIMAGRO UNTIDAR Tanggal 20 Mei 2017 dan tepat pada tanggal tersebut HIMAGRO UNTIDAR merayakan hari jadinya yang kedua. Kegiatan yang dilakukan dalam acara ULTIMATUM’17 meliputi pelatihan pembuatan umbi gadung sebagai pestisida nabati yang ramah lingkungan dengan pemateri yaitu Marlina Puspita Sari,S.P., M.Sc. dan Ir. Rahayu Sarwitri, M.P dan pelatihan pemanfaatan tanaman awetan sebagai barang yang bernilai estetika dengan pemateri Millade Anisa, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang juga tergabung dalam komunitas Herbiforous UNY. Jumlah peserta yang tergabung dalam acara ULTIMATUM’17 berjumlah 150 peserta yang terdiri dari 55 mahasiswa program studi Agroteknologi Universitas Tidar, 35 mahasiswa program studi non-agroteknologi, 45 mahasiswa dari instansi luar, 5 peserta dari masyarakat umum dan 10 petani dari Desa Balesari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.

IMG_0042

Gb 1 Pemateri bersama Petani dari Desa Balesari

Pada ULTIMATUM’17 ini, HIMAGRO UNTIDAR juga menampilkan stand Program Kreativitas Mahasiswa Agroteknologi Universitas Tidar yang memperoleh hibah PKM DIKTI. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan diawali dengan pemotongan tumpeng oleh Pembina HIMAGRO UNTIDAR yaitu Adhi Surya Perdana, S.P., M.Sc., sebagai simbol HIMAGRO UNTIDAR telah genap berusia dua tahun.

IMG_0108

Gb 2 Peserta Kegiatan dari Instansi beberapa Universitas

IMG_9923

Gb 3 Stand produk Program Kreatifitas Mahasiswa

Ketua pelaksana, Cahyo Dwi Laksono menuturkan bahwa kegiatan ULTIMATUM’17 bertujuan untuk memberikan pengetahuan akan pentingnya pestisida nabati yang ramah lingkungan, mengenalkan terobosan pengawetan tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai barang yang bernilai estetika tinggi serta mengenalkan berbagai macam hasil kreativitas mahasiswa agroteknologi Universitas Tidar kepada mahasiswa lain maupun khalayak umum. Harapan setelah diiadakan kegiatan ULTIMATUM’17 adalah HIMAGRO UNTIDAR dapat semakin solid dan maju dengan berbagai kreativitas yang dimiliki agar mampu memajukan serta membawa nama baik Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Tidar ke jenjang yang lebih bergengsi (HIMAGRO/Mrl).

HIMAGRO UNTIDAR BERPARTISIPASI DALAM SEMINAR DAN BAKTI TANI NASIONAL

Yogyakarta (27/04) – Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (HIMAGRO) Universitas Tidar mengikuti kegiatan Seminar dan Bakti Tani Nasional yang diselengarakan oleh FKK HIMAGRI NASIONAL yang bertempat di Universitas Pembangunan Negeri (UPN) Veteran Yogyakarta selaku FKK HIMAGRI KTW III. Kegiatan tersebut diawali dengan seminar Nasional yang  bertema “Optimalisasi Pertanian Organik pada Hortikultura Guna Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan” dan dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta.

himagro 2

Gb 1. Seminar Nasional“Optimalisasi Pertanian Organik pada Hortikultura Guna Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan”

Di era globalisasi ini, semakin banyak petani yang mengolah lahan hanya untuk mencapai profit maksimum. Oleh karena itu, harus melakukan optimalisasi pertanian organik untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan. Pertanian organik merupakan sistem produksi pertanian yang holistik dan terpadu dengan cara mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas dengan menggunakan bahan alami atau menghindari penggunaan pestisida.

Pertanian organik ini sebagai upaya dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan menggunakan teknologi dan teknik yang penerapannya menyesuaikan dengan lingkungan sehingga tidak mengganggu keseimbangan lingkungan. Menurut pemateri, Dr. Yudi Sastro S.P., M.P., dengan adanya kebijakan pemeritah dalam mewujudkan pertanian organik untuk pertanian berkelanjutan ini sesuai dengan agenda nawacita. Dilengkapi dengan materi dari  Ir. Drs. H. Bugiakso dan Nasir Soenanto, S.P. mengoptimalkan peran petani dalam mengusahakan pertanian organik di Indonesia. Selain itu, agenda yang tidak kalah penting yaitu peningkatan kedaulatan pangan yang dicerminkan pada kekuatan untuk mengatur masalah pangan secara mandiri. Dalam mengatur kedaulatan pangan tentu saja menghadapi permasalahan pembangunan pertanian yakni, perubahan iklim, kondisi perkonomian global, dan gejolak harga pangan global.

Magelang – Bakti Tani Nasional 2017 diselenggarakan di Desa Sewukan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 61 Mahasiswa dari beberapa delegasi Himpunan Mahasiswa Agronomi dari seluruh Universitas di Indonesia dan HIMAGRO UNTIDAR sendiri mendelegasikan 4 mahasiswa. Kegiatan diawali dengan pembagian penduduk sehingga mahasiswa diharapkan ikut berpartisipasi dalam kegiatan petani dan berfikir kritis dalam bidang pertanian.

himagro 1

Gb 2. Peserta mengikuti aktivitas petani

himagro 4

Gb 3. Kegiatan Bakti Tani Nasional

Dengan penuh semangat, seluruh peserta Bakti Tani Nasional 2017 ikut membersihkan saluran irigasi dan membuat bedengan di sungai. Selain membersihkan saluran irigasi, juga diadakan acara sosialisasi pembuatan pestisida nabati dan pupuk organik dengan kelompok tani di Desa Sewukan. Sosialisasi ini merupakan salah satu cara untuk menyadarkan para petani agar mengutamakan pengunaan pupuk organik sehingga dapat mewujudkan pertanain yang berkelanjutan (HIMAGRO/Mrl).

PELEPASAN BIBIT IKAN DAN AKSI MAHASISWA UNTIDAR DALAM MEMPERINGATI HARI BUMI

Magelang (22/4)–Hari Bumi diperingati secara internasional setiap tahunnya pada 22 April. Pertama kali ditetapkan oleh seorang pengajar dibidang disiplin ilmu lingkungan hidup yaitu Gaylord Nelson, pada tahun 1970 yang merupakan Senator Amerika Serikat. Hari Bumi merupakan kampanye untuk mengajak manusia peduli terhadap lingkungan hidup serta meningkatkan apresiasi dan kesadaran manusia terhadap planet yang dihuninya kini. Saat ini, hari bumi diperingati oleh 175 negara yang telah dikoordinasi oleh jaringan Hari Bumi atau Earth Day Network.

 IMG-20170423-WA0002Gb.1 Penampilan puisi dan orasi Hari Bumi

Hari Bumi juga diperingati oleh mahasiswa Universitas Tidar dengan melaksanakan aksi dan pelepasan bibit ikan. Kegiatan diawali dengan apel dan doa di kampus kemudian dilanjutkan dengan longmarch dari kampus UNTIDAR hingga titik aksi di Alun-alun Kota Magelang. Kegiatan yang dilakukan di titik aksi meliputi penampilan puisi, teatrika, orasi peringatan Hari Bumi, dan pembagian brosur serta stiker tentang Hari Bumi. Pelepasan 500 ekor bibit ikan juga dilakukan dalam peringatan Hari Bumi ini. Pelepasan bibit ikan merupakan bentuk dukungan dari Dinas Perikanan Kota Magelang. Pelepasan dilakukan di Kali Manggis oleh perwakilan setiap Fakultas. Setelah serangkaian kegiatan, longmarch dilakukan dari Alun-alun Kota Magelang kembali ke kampus UNTIDAR. Kegiatan kemudian ditutup dengan apel dan doa.

IMG-20170423-WA0001

Gb.2 Pelepasan bibit ikan di Kali Manggis oleh mahasiswa

Peserta aksi meliputi perwakilan BEM dari seluruh fakultas. BEM Fakultas Pertanian mengirimkan sekitar 25 mahasiswa sebagai perwakilan. Menurut ketua panitia kegiatan, Beni Azwar Suganda Hasibuan (19) yang merupakan mahasiswa semester II Fakultas pertanian, output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah kembali menyadarkan seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa agar lebih peduli terhadap lingkungan dan kelestarian bumi. Diharapkan kegiatan akan menjadi sebuah titik awal rasa kepedulian masyarakat terhadap bumi (BEM FP/Mrl).

FAKULTAS PERTANIAN TAMPILKAN DRAMA BERJUDUL “SENJA PERTANIAN” DALAM PENTAS SENI DIES NATALIS KE-3 UNTIDAR

Magelang- Pada malam puncak perayaan dies natalis ke-3 Universitas Tidar, Universitas Tidar mengadakan malam pentas seni dimana dalam acara tersebut setiap fakultas menampilkan pertunjukan seni. Acara tersebut merupakan acara rutin dalam dies natalis Universitas Tidar yang jatuh pada tanggal 1 April. Dalam kesempatan tersebut Fakultas Pertanian Universitas Tidar ikut serta dalam perayaan puncak dengan menampilkan drama satu babak berjudul “Senja Pertanian” yang diangkat dari pengalaman beberapa mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tidar.

Drama tersebut diperankan oleh mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tidar yang rata-rata adalah mahasiswa semester 2 dan beberapa anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian. Para pemeran di antaranya Indri, Yulia, Arina, Anisa, Lutfi, Afrilia, Ina,Yoda, Desi, Peni, Wido, Ayu, Tiyo, Rouf, Natasha, Sutan, Vatjar, Upik, Wahyu, Sity, Cahyo, dan Umam. Drama ini dipentaskan di Auditorium Universitas Tidar pada 1 April 2017 pukul 20.00 WIB.

cover

Gb. 1 Penampilan mahasiswa fakultas pertanian UNTIDAR

foto bersama dekan

Gb 2. Foto bersama pemeran drama dan dekan fakultas pertanian

Drama satu babak ini terinspirasi dari berbagai kejadian yang dikemas menjadi sebuah cerita singkat. Jalan cerita drama ini diharapkan mampu dimengerti oleh penonton, yang terdiri dari berbagai kalangan baik dari pihak rektorat, dosen, maupun mahasiswa. Naskah ditulis dan disutradarai oleh mahasiswa Fakultas Pertanian, David Robinson Gultom. “Cerita ini merupakan gabungan dari beberapa cerita teman-teman di Fakultas Pertanian, dan juga menggambil potret pertanian di Indonesia” ujar David.

Pesan yang ingin disampaikan melalui drama ini adalah jangan pernah kita malu untuk bertani dan jangan pernah meninggalkan pertanian jika tak mau terjadi kelaparan. Sadar tidak sadar hampir semua bahan pangan berasal dari pertanian. Indonesia adalah negara Agraris jangan hanya julukan semata, pertanian kita semakin merosot karena petani kita sudah tua dan tak ada yang menggantikannya, kita negara pertanian mengapa kita mengimpor beras bahkan garam juga dari negara lain? Jangan salahkan petani namun tanyakan pada diri kita mengapa ini bisa terjadi?, jangan malu bertani jika masih mau makan nasi! Ayo bangun fajar baru pertanian Indonesia! (BEM-FP/Mrl/Ahm).

HIMAGRO UNTIDAR BERPARTISIPASI DALAM KEGIATAN DISKUSI DAN RAKORWIL FKK HIMAGRI KTW III

Yogyakarta – Sabtu (04/03) Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (HIMAGRO) Universitas Tidar mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi dan Kerjasama Himpunan Mahasiswa Agronomi Indonesia (HIMAGRI) KTW III Daerah Istimewa Yogyakarta-Jawa Tengah. Kegiatan tersebut meliputi diskusi dan rakorwil yang dilaksanakan di Institut Pertanian (INTAN) Yogyakarta.

IMG-20170327-WA0004

Gambar 1. Diskusi tentang Revitalisasi Pemikiran Mahasiswa Pertanian

Kegiatan diskusi panel dengan tema “Revitalisasi Pemikiran Mahasiswa Pertanian” disampaikan oleh narasumber Bp. Timbul Sunarno dan Bp. Hendro Supriyanto. Melalui diskusi tersebut diharapkan mahasiswa pertanian dapat merevitalisasi pemikiran untuk mengarahkan pola hidup masyarakat petani agar dapat memajukan bidang pertanian di Indonesia.

Sesi pertama pada  RAKORWIL tersebut dilakukan dengan pelantikan pengurus FKK Himagri KTW III periode baru tahun 2016-2018 yang dipimpin oleh Koordinator Wilayah III (Korwil) Sukadi dari Universitas PGRI Yogyakarta dan dikukuhkan oleh bagian Biro Pusat FKK Himagri dengan mengucapkan ikrar FKK Himagri. Tim delegasi Himagro UNTIDAR ikut andil sebagai bagian dari pengurus FKK Himagri KTW III tahun 2016-2018, yaitu Millaturrif’ah (bidang pengabdian masyarakat) dan Cahyo Dwi Laksono (bidang komunikasi). Keduanya resmi  masuk dalam kepengurusan forum tersebut.

IMG-20170327-WA0005

Gambar 2. Pelantikan pengurus FKK Himagri KTW III di Institut Pertanian Yogyakarta

IMG-20170327-WA0002

Gambar 3. Himagro Untidar dalam FKK Himagri KTW III

Terbentuknya pengurus periode baru FKK Himagri KTW III tahun 2016/2018 diharapkan dapat terwujud komunikasi dan kerjasama yang lebih baik dibanding periode sebelumnya. Menurut Cahyo Dwi Laksono, mahasiswa Agroteknologi FP Untidar menyatakan “FKK sangatlah penting terutama untuk menjalin link kegiatan non kurikuler yang tidak hanya di internal kampus, tetapi juga di luar kampus. Cahyo bergabung di bidang komunikasi dan informasi dengan teman-teman FKK Jateng dan DIY. Bidang ini ditargetkan untuk menjaga eksistensi FKK HIMAGRI KTW III dengan menggunakan media sosial serta menerbitkan buletin 2 mingguan terkait dengan pertanian maupun non pertanian”. Sedangkan Millaturrif’ah menyatakan bahwa dirinya sangat bersyukur bisa bergabung ke dalam kepengurusan, khususnya di bidang pengabdian masyarakat. Kami mempunyai tekat untuk menjadikan desa yang selama ini masih non-produktif menjadi desa mandiri dan produktif dengan mengedepankan pertanian berkelanjutan.

Selain pelantikan pengurus baru, RAKORWIL tersebut juga membahas penetapan waktu pelaksanaan kegiatan sesuai agenda Program Kerja Utama dan menetapkan  penanggungjawab atau pelaksana kegiatan untuk Program Kerja Rekomendasi. (Himagro/Ahm/Mrl)

HIMAGRO UNTIDAR KUNJUNGI UGM DAN INSTIPER YOGYAKARTA

MAGELANG – Sabtu (19/11) Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (HIMAGRO) Universitas Tidar melaksanakan kunjungan ke Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan tersebut meliputi diskusi tentang keorganisasian bersama Ikatan Mahasiswa Budidaya Pertanian (IMADATA) INSTIPER Yogyakarta dan pelatihan Terrarium bersama Ikatan Mahasiswa Agronomi dan Pemuliaan Tanaman Universitas Gadjah Mada (IMAGRO UGM). Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari 26 pengurus HIMAGRO, 4 calon pengurus HIMAGRO dan 10 Anggota HIMAGRO.

Dalam kegiatan yang bertema “Menggapai Ilmu Organisasi dan Kreasi melalui FKK HIMAGRI” tersebut, diharapkan dapat menambah wawasan keorganisasian yang diperoleh dari UGM dan INSTIPER, mengetahui teknik budidaya Terarium dan aplikasinya, serta mempererat tali persaudaraan antara HIMAGRO UNTIDAR dengan  himpunan mahasiswa yang berada di kampus UGM dan INSTIPER.

g2 KUNJUNGAN

Gambar 1. Kunjungan ke lahan pertanian INSTIPER Yogyakarta

Kunjungan yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan tersebut disambut hangat oleh IMADATA INSTIPER, hal ini terlihat dari sambutan yang disampaikan oleh ketua IMADATA INSTIPER, “Selamat datang HIMAGRO UNTIDAR di kampus perjuangan INSTIPER, kami sangat senang bisa menjadi salah satu tuan rumah dalam kegiatan kunjungan kalian”, ucapnya. Tidak hanya berdiskusi tentang keorganisasian, tetapi HIMAGRO UNTIDAR juga diajak untuk mengenal dan melihat lahan pertanian INSTIPER.

Sambutan yang tidak kalah serunya juga diperoleh dari IMAGRO UGM, dengan penuh semangat IMAGRO UGM mengajak seluruh peserta untuk berlatih budidaya Terrarium. Sebelum mempraktekkan budidaya tersebut, pihak IMAGRO UGM menjelaskan tentang budidaya Terrarium terlebih dahulu. Peserta mengikuti pelatihan tersebut dengan penuh antusias. “Saya sangat tertarik dengan budidaya Terrarium ini, dan saya akan mempraktekkan ini di rumah” ungkap salah satu peserta dari Universitas Tidar.

g3 KUNJUNGAN

Gambar 2. Praktik pembuatan terrarium

Ketua panitia mengatakan bahwa kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan lancar sesuai rencana, meskipun terdapat beberapa kendala. “Puji syukur kunjungan ini diluar ekspektasi karena peserta yang berpartisipasi sangat menikmati kegiatan ini dan tepat waktu, meskipun ada beberapa kendala”, ungkap Christian Teddy, ketua panitia kegiatan tersebut. (Hmj/Mrl/Ahm)

PRAKTIKUM MAHASISWA, SARANA PENINGKATAN SKILL DAN BEKAL CALON SARJANA PERTANIAN UNGGUL

Magelang – Mahasiswa Fakultas Pertanian tidak hanya harus menguasai materi tentang pertanian, namun mahasiswa juga dituntut untuk dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di dunia pertanian.  Sarjana Pertanian sering kali dituntut untuk dapat mengerti dan mengatasi semua persoalan yang terjadi dimasyarakat, baik masalah hama, penyakit, benih, pemupukan serta panen.

Untuk itu, Fakultas Pertanian Universitas Tidar menyiapkan sejak dini mahasiswanya untuk dapat menganalisis lingkungan pertanian dengan melaksanakan praktikum. Praktikum merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa Fakultas Pertanian selain kuliah. Semua kegiatan yang berkaitan dengan praktikum di Fakultas Pertanian, baik penjadwalan, pelaksanaan serta teknis pelaksanaan diatur di Laboratorium.

Praktikum di Fakultas Pertanian dibagi menjadi 3 bagian yaitu Praktikum lapang, Praktikum di laboratorium serta Praktikum kunjungan ke instansi terkait. Praktikum lapang meliputi budidaya beberapa komoditi, pemupukan, persaingan, analisis vegetasi, pengairan, pengamatan visual tanaman dll. Sementara itu, Praktikum di laboratorium meliputi penanaman bakteri, jamur, analisis pupuk, analisis tanah, analisis benih, pengamatan sel, analisis kadar air dll. Praktikum di luar kampus atau kunjungan ke instansi terkait, dilakukan oleh mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut, kegiatan ini dimaksudkan untuk melihat lebih dekat proses produksi, proses analisis serta kegiatan yang dapat menambah pengetahuan mahasiswa di dunia Industri maupun bidang lainnya.

IMG_20161003_144800-min

Gb 1: Praktikum biologi tumbuhan di Laboratorium Fakultas Pertanian

IMG_20160928_135812-min

Gb 2 : Praktikum Agroekologi di Lahan Budidaya Fakultas Pertanian

IMG_3594-min

Gb 3 : Kunjungan Ke Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemulian Tanaman Hutan, di Sleman, DIY.

2

Gb 4. Praktikum Dasar-dasar Budidaya Tanaman, Perbanyakan Vegetatif secara sambung pucuk

1

Gb 5. Praktikum Dasar-dasar Budidaya Tanaman, Perbanyakan Vegetatif secara stek batang dan daun

Dengan kegiatan praktikum diharapkan dapat menambah wawasan serta pengetahuan mahasiswa, sehingga saat mahasiswa lulus dari Fakultas Pertanian dapat menjadi bekal untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah di bidang pertanian. Selain itu diharapkan lulusan dari Fakultas Pertanian Universitas Tidar mempunyai daya saing di dunia kerja. (ahm)

BEM FAKULTAS PERTANIAN LAKSANAKAN WORKSHOP PKM DALAM RANGKA MENSUKSESKAN GERAKAN PENYUSUNAN 600 PROPOSAL PKM

Magelang – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM-FP) melaksanakan workshop yang bertema “Be Entrepreneur with PKM”. Workshop tersebut dilaksanakan pada tanggal 10, 17 dan 24 September 2016.  Peserta workshop PKM tersebut adalah mahasiswa aktif semester satu sampai semester lima di lingkungan Fakultas Pertanian. Ketua Umum BEM–FP, Hutomo Arif menuturkan bahwa kegiatan workshop PKM, merupakan program yang telah dirancang dalam Program kerja BEM-FP 2016. Workshop PKM, diharapkan dapat mendukung program Universitas Tidar dalam penyusunan 600 proposal PKM tahun 2016. Selain itu, Fakultas Pertanian Untidar juga menargetkan 90 proposal siap uplode pada Program Kreatif Mahasiswa Tahun ini.

20160910_090152-min

Gb. Bimbingan proposal PKM terpadu bersama Ir. Historiawati, M.P.

20160910_090216-min

Gb. Bimbingan proposal PKM terpadu bersama Ir. Rahayu Sarwitri, M.P.

20160917_085118-min

Gb. Bimbingan proposal PKM terpadu bersama Ir. Gembong Haryono, M.P. dan Siti Nurul Iftitah, S.P., M.P.

20160910_090234-min

Gb. Bimbingan proposal PKM terpadu bersama Ahmadi, S.P., dan Honi K.S., S.P.

Selain itu, Nuryani Ketua Panitia kegiatan Workshop menambahkan bahwa, workshop PKM merupakan bimbingan penyusunan proposal secara terpadu. Panitia mengundang dosen Fakultas pertanian dan tenaga kependidikan untuk membimbing penyusunan proposal PKM 5 bidang tersebut. Pada program ini, peserta diwajibkan mencari ide atau gagasan yang akan diangkat dalam proposal. Dengan gagasan yang dimiliki oleh peserta, Tim Pembimbing akan membantu merumuskan judul, hingga analisis usaha yang akan dijalankan. Nuryani menambahkan dengan kegiatan tersebut diharapkan Fakultas Pertanian dapat meneruskan tren positif dalam meloloskan Proposal PKM. Seperti yang telah diketahui bahwa beberapa tahun terakhir Fakultas Pertanian berhasil meloloskan beberapa Proposal PKM-Kewirausahaan, selain itu Fakultas Pertanian juga telah berhasil mengirimkan mahasiswanya dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2015. (ahm)

HIMAGRO KIRIMKAN WAKILNYA DALAM RAKORNAS FKK HIMAGRI INDONESIA

Bekasi – Himpunan Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tidar (HIMAGRO UNTIDAR)  mengirimkan delagasinya untuk menghadiri Rapat Koordinasi Nasional yang digelar di Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi Bekasi, Jawa Barat. Acara tersebut digelar pada 8-11 September 2016 dan dihadiri oleh delegasi-delegasi yang berasal dari berbagai kampus di seluruh Indonesia. Fisiela Fikta Arunia Ketua umum HIMAGRO yang merupakan delegasi dari Fakultas Pertanian Universitas Tidar menyatakan bahwa pada Rakornas tersebut juga diadakan Seminar nasional tentang Budidaya Kelapa sawit serta penetapan pengurus pusat FKK Himagri dan Garis Besar Haluan Kegiatan FKK Himagri tahun 2016-2018.

Seminar Nasional tersebut dihadiri oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, DR. IR. H. Andi Amran Sulaiman, MP. Pada seminar nasional tersebut, Menteri pertanian menyampaikan materi yang berkaitan dengan“ Sumbangan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Devisa”.  Seminar nasional tersebut juga menghadirkan Dr. Bambang Dwi Laksono yang saat ini menjabat sebagai ketua GAPKI Indonesia. Dr. Bambang Memberikan Materi dengan tema “Selintas ISPO dan RSPO”

2-min

Gb. Seminar Nasional dengan Tema budidaya Kelapa Sawit, dalam Rangkaian Rakornas FKK HIMAGRI ke-15 di  Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi Bekasi, Jawa Barat.

Dengan mengirimkan delegasinya ke Seminar Nasional serta Rakornas FKK Himagri diharapkan Fakultas Pertanian Untidar dapat ikut berkontribusi pada kemajuan dunia pertanian di Indonesia. Selain itu pengiriman delegasi juga dimaksudkan untuk pengembangan Organisasi di Lingkungan Fakultas Pertanian termasuk HIMAGRO. Pengetahuan serta ilmu yang diperoleh dari Rakornas dan Seminar Nasional tersebut diharapkan disampaikan kepada seluruh pengurus maupun anggota HIMAGRO sehingga dapat mengispirasi Mahasiswa Agroteknologi di FP Untidar. (ahm)

MAHASISWA SEMESTER 5 JALANI PELATIHAN SAMBUNG PUCUK DAN OKULASI TANAMAN BUAH

Purworejo – Belajar dikampus adalah kewajiban bagi setiap mahasiswa, tetapi untuk dapat meningkatkan Skill diperlukan pelatihan khusus sehingga saat lulus, mahasiswa mempunyai tambahan keterampilan yang dapat dijadikan modal menjadi pengusaha. Berdasarkan pemikiran tersebut Fakultas Pertanian setiap tahunnya mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti pelatihan di UD. SAMI ASIH. UD. SAMI ASIH merupakan produsen aneka tanaman buah yang beralamat di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, unit usaha tersebut telah menjalin kerjasama  dengan Fakultas Pertanian (MOU) khususnya tentang pelatihan mahasiswa serta penyediaan bibit praktikum di Fakultas Pertanian.

Beberapa waktu lalu, 20 mahasiswa semester 5 FP dikirim untuk belajar tentang cara perbanyakan tanaman buah dengan teknik sambung pucuk dan okulasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 5 hari. Mahasiswa dibekali materi serta praktik langsung di lapangan. Munawaroh mahasiswa semester 5 sekaligus peserta kegiatan tersebut menyatakan “Pelatihan ini sangat bermanfaat, karena kami dibimbing dan diajari tentang teknik perbanyakan tanaman, saat siang kami praktik di lahan dan malamnya digunakan untuk evaluasi dan pemberian materi oleh tim pelatih” tutur muna.

Mahasiswa yang mengikuti pelatihan tersebut adalah sebagai berikut : Munawaroh, Hafidha Ade L, Ardika A, Puji Rahayu, Amifta Khusnia, Sulistyani, Inayah Kurniasari, Ezha Safrida, Nuryani, Fisiela Fikta, Irma Yunica, Mashfatul, Annisa, Novia, Siti H, Irfi M, Ulfi Maslachatul, Anis nur H. serta Arsya Bella cahyadi.

11

Gb 1. Persiapan media untuk batang bawah

2

gb 2. Penjelasan teknis tentang Sambung pucuk

10

Gb 3. Praktik Sambung pucuk tanaman buah

8

Gb 4. Pemilihan batang atas oleh peserta

gambar purworejo

Gb 5. Penyiraman hasil sambungan dan persiapan penyungkupan

6

Gb 6. Penyungkupan sambungan

1

Gb 7. Kunjungan dan monitoring oleh Wakil dekan II, Ir. Historiawati, M.P.

Perbanyakan tanaman dengan teknik sambung pucuk dan okulasi merupakan teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif. Teknik perbanyakan ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya : tanaman cepat berbuah, rasa buah sama dengan induknya dan tanaman hasil perbanyakan dapat digunakan menjadi tabulapot serta tanaman penghias di sekitar rumah. (ahm)